Ketegangan di Teluk semakin memanas. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menurut laporan terbaru, disebut-sebut semakin mendekat dengan Amerika Serikat dan Israel. Tujuannya jelas: menghadapi ancaman bersama dari Iran.
Laporan dari The Wall Street Journal ini, yang dikutip oleh Anadolu Agency, mengungkapkan langkah-langkah konkret yang sedang dipertimbangkan. Intinya, kedua negara Teluk itu mendukung upaya AS, terutama untuk operasi udara dan menekan keuangan Teheran. Namun begitu, mereka belum sampai pada titik mengerahkan tentara secara terbuka di medan perang.
Serangan Iran yang terus-menerus memang sudah bikin jengkel. Rudal dan drone mereka kerap menghantam fasilitas energi, mengganggu perekonomian, dan membuat Riyadh serta Abu Dhabi waspada. Ancaman jangka panjangnya lebih serius lagi: pengaruh Iran atas Selat Hormuz yang vital.
Di sisi lain, negara-negara Teluk sebenarnya ogah berperang langsung. Tapi tekanan itu nyata. Apalagi, menurut sejumlah saksi, Teheran terus menunjukkan sinyal ingin memperluas otoritasnya di wilayah yang kaya minyak itu.
Artikel Terkait
Taiwan Absen dari Pertemuan WTO di Kamerun Akibat Sengketa Penamaan dalam Dokumen Visa
KPK Tangkap Modus Korupsi Fiskal yang Makin Canggih, Kemenkeu Diuji
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Warung di Bogor, Pemilik Luka Bakar
Persib Andalkan Pengalaman Juara di Sembilan Laga Pamungkas BRI Liga 1