Arab Saudi dan UEA Perkuat Kemitraan dengan AS-Israel Hadapi Ancaman Iran

- Selasa, 24 Maret 2026 | 13:45 WIB
Arab Saudi dan UEA Perkuat Kemitraan dengan AS-Israel Hadapi Ancaman Iran

Ketegangan di Teluk semakin memanas. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menurut laporan terbaru, disebut-sebut semakin mendekat dengan Amerika Serikat dan Israel. Tujuannya jelas: menghadapi ancaman bersama dari Iran.

Laporan dari The Wall Street Journal ini, yang dikutip oleh Anadolu Agency, mengungkapkan langkah-langkah konkret yang sedang dipertimbangkan. Intinya, kedua negara Teluk itu mendukung upaya AS, terutama untuk operasi udara dan menekan keuangan Teheran. Namun begitu, mereka belum sampai pada titik mengerahkan tentara secara terbuka di medan perang.

Serangan Iran yang terus-menerus memang sudah bikin jengkel. Rudal dan drone mereka kerap menghantam fasilitas energi, mengganggu perekonomian, dan membuat Riyadh serta Abu Dhabi waspada. Ancaman jangka panjangnya lebih serius lagi: pengaruh Iran atas Selat Hormuz yang vital.

Di sisi lain, negara-negara Teluk sebenarnya ogah berperang langsung. Tapi tekanan itu nyata. Apalagi, menurut sejumlah saksi, Teheran terus menunjukkan sinyal ingin memperluas otoritasnya di wilayah yang kaya minyak itu.

Ada perkembangan signifikan soal pangkalan udara. Arab Saudi dikabarkan telah setuju setidaknya dalam pembicaraan untuk mengizinkan pasukan AS menggunakan Pangkalan Udara King Fahd. Ini menarik, karena sebelumnya Kerajaan itu bersikukuh tidak akan meminjamkan fasilitasnya untuk serangan ke Iran.

Namun, situasinya berubah. Serangan bertubi-tubi ke Riyadh rupanya mengubah perhitungan.

"Kesabaran Arab Saudi terhadap serangan Iran tidak terbatas," tegas Menteri Luar Negeri Saudi, Faisal bin Farhan, kepada wartawan pekan lalu.

"Keyakinan bahwa negara-negara Teluk tidak mampu merespons adalah kesalahan perhitungan."

Nada dari Riyadh sekarang lebih keras. Putra Mahkota Mohammed bin Salman, kata WSJ, ingin membangun kembali daya jera. Ambisinya hampir membawanya pada keputusan untuk ikut serta dalam serangan. Sebuah sumber bahkan bilang, ini cuma soal waktu. "Hanya masalah waktu sebelum kerajaan memasuki perang," ujarnya.

Jadi, meski belum ada tentara yang dikirim, semua persiapan dan kemitraan tempur sedang dipersiapkan. Jalannya masih panjang, tapi arahnya semakin jelas. Dan wilayah itu, seperti biasa, tetap seperti bubuk mesiu yang siap meledak kapan saja.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar