Namun begitu, tekanannya pada komunitas internasional tetap kuat. Abbas menyerukan sikap tegas untuk memaksa Israel menghentikan kebijakan destruktifnya. Ia mendorong diselenggarakannya konferensi internasional yang komprehensif sebuah pertemuan besar yang bertujuan mencapai perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan.
Intinya, konferensi itu harus bisa mengakhiri pendudukan. Hanya dengan begitu rakyat Palestina bisa meraih kebebasan dan kemerdekaan. Gaza, tegas Abbas, adalah bagian tak terpisahkan dari Negara Palestina. Ia mendesak penghentian segala pelanggaran Israel yang menyasar warga sipil di sana.
Desakan itu punya alasan yang sangat nyata. Otoritas kesehatan Gaza pada hari yang sama merilis data korban yang suram. Sejak 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas telah mencapai 72.263 jiwa. Sedangkan yang luka-luka tercatat 171.944 orang.
Mereka juga memberikan catatan terpisah. Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025, korban jiwa masih bertambah: 687 orang tewas dan 1.845 lainnya terluka. Angka-angka itu menggambarkan betapa rapuhnya situasi, sekalipun gencatan senjata sudah diumumkan.
Artikel Terkait
Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Tembus 190 Ribu, Puncak Arus Balik Diprediksi Akhir Pekan
Pasca-Lebaran, Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Dilakukan Secara Online
Menkes Imbau Pemudik Istirahat Tiap 3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan
SBY Gelar Halalbihalal di Cikeas, Dihadiri Anies Baswedan dan Yenny Wahid