Dari kantornya di Ramallah, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengeluarkan peringatan keras pada Senin (23/3). Situasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, menurutnya, sedang dalam kondisi berbahaya. Dalam kesempatan yang sama, ia mendesak segera dilakukannya fase kedua perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Peringatan itu disampaikan Abbas dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Menurut laporan kantor berita WAFA, Abbas menyoroti rencana Israel yang disebut proyek "Israel Raya".
"Rencana itu bukan cuma ancaman lokal," katanya. Ia meyakini proyek tersebut membahayakan seluruh kawasan bahkan dunia, merusak proses politik, dan terang-terangan melanggar resolusi PBB serta hukum internasional.
Di sisi lain, Abbas ternyata juga menyambut beberapa langkah positif. Ia memberikan apresiasi terhadap rencana perdamaian untuk Gaza dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Baginya, langkah-langkah itu penting untuk menghentikan peperangan dan meringankan penderitaan rakyatnya.
"Kami juga menyambut baik partisipasi Indonesia dalam mendukung stabilitas dan rekonstruksi di Jalur Gaza," tambah Abbas.
Artikel Terkait
Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Tembus 190 Ribu, Puncak Arus Balik Diprediksi Akhir Pekan
Pasca-Lebaran, Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Dilakukan Secara Online
Menkes Imbau Pemudik Istirahat Tiap 3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan
SBY Gelar Halalbihalal di Cikeas, Dihadiri Anies Baswedan dan Yenny Wahid