Duka Pedagang Kalibata: Kios Hangus, Roda Ekonomi Terhenti Usai Kericuhan

- Selasa, 16 Desember 2025 | 13:42 WIB
Duka Pedagang Kalibata: Kios Hangus, Roda Ekonomi Terhenti Usai Kericuhan

Suasana di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, masih terasa mencekam beberapa hari setelah kericuhan. Dampaknya langsung terasa di kehidupan ekonomi warga setempat. Beberapa kios pedagang hangus jadi abu, menghentikan usaha kecil-kecilan dan meninggalkan kerugian yang jumlahnya nggak main-main.

Pantauan di lokasi pada Selasa siang menunjukkan area bekas pembakaran masih dijaga ketat. Gabungan antara warga dan aparat kepolisian berjaga. Hingga lewat tengah hari, terlihat sekitar lima orang warga berusaha membersihkan sisa-sisa puing yang berserakan. Kerja mereka terlihat berat.

Kondisi kios-kios itu benar-benar memprihatinkan. Lebih dari enam bangunan terbakar, dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Ada yang tinggal rangka besi menghitam dan lapuk dimakan api. Yang lain, sekitar separuh hingga tujuh puluh persen bangunannya rusak. Kaca etalase pecah berantakan, peralatan dagang dalam keadaan rusak parah. Lantai berjelaga hitam, gerobak hangus, tembok bolong-bolong. Aktivitas jual beli yang biasanya ramai, kini sunyi senyap.

Salah satu pedagang, Ria, masih bisa bernapas lega. Lapak tendanya tidak mengalami kerusakan separah kios-kios permanen yang jadi sasaran amuk massa.

"Saya kan tenda (lapaknya), jadi enggak separah kios kebakar," ujarnya.

Ria yang sudah lebih dari empat tahun berjualan di sana mengaku sedang berdagang saat keributan terjadi. "Iya lagi biasa jualan, ada rame-rame katanya debt collector. Ricuh kan, akhirnya tutup ini (warung). Ngeri," jelasnya, masih tampak was-was.

Di sisi lain, seorang warga yang enggan disebut namanya bercerita kalau para pemilik kios yang terbakar belum kembali. Mereka memilih mengungsi untuk sementara waktu.

"Pemiliknya (kios) lagi pada ngungsi ke mana-mana. Sekarang tinggal warga jaga di sini gantian. Biar kondusif," katanya.

Penjagaan warga ini punya aturan tak tertulis. Setiap orang yang datang akan dimintai izin dulu. Menurut mereka, ini cara untuk mencegah provokasi yang bisa memicu masalah baru. "Iya biar kondusif, izin dulu. Soalnya sekarang udah tenang," ucap warga tadi.

Peristiwa ini berawal dari kericuhan pada Kamis lalu. Sebanyak sembilan kios dan tujuh kendaraan dilaporkan terbakar. Semua berawal dari pengeroyokan terhadap dua anggota debt collector di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata, yang berujung tewasnya seorang penagih utang. Persoalan utang sepeda motor diduga jadi pemicu. Kemarahan rekan-rekan korban kemudian meledak, berujung pada pengrusakan dan pembakaran di lokasi tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler