BMKG Ingatkan Warga Pesisir Waspada Potensi Rob 28-29 Maret 2026

- Selasa, 24 Maret 2026 | 10:00 WIB
BMKG Ingatkan Warga Pesisir Waspada Potensi Rob 28-29 Maret 2026

Untuk daerah yang rawan tergenang dalam, punya rencana evakuasi air itu krusial. Idealnya, setiap keluarga atau RT punya perahu karet untuk 4-6 orang, lengkap dengan dayung dan pelampung.

Tapi kalau tidak ada, jangan khawatir. Ada alternatif darurat yang bisa dibuat. Pakai drum plastik atau jerigen besar yang ditutup rapat. Ikat empat sampai enam drum sebagai pelampung, lalu pasang rangka bambu dan alas papan di atasnya. Pastikan ikatannya kuat dan konstruksinya stabil sebelum digunakan. Memang tidak ideal, tapi dalam situasi darurat, alat sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa.

Rencanakan Titik Evakuasi

Cari lokasi yang lebih tinggi sebagai tempat aman. Bisa rumah tetangga, keluarga, masjid, atau sekolah. Siapkan tikar, selimut, lampu darurat, dan power bank di sana. Saat evakuasi, prioritaskan lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Akan jauh lebih baik jika setiap RT sudah punya titik kumpul yang disepakati bersama.

Di sisi lain, keamanan lingkungan juga harus dijaga. Saat bencana datang, risiko bukan cuma dari air, tapi juga dari kerawanan sosial. Ronda atau siskamling perlu diaktifkan untuk mengamankan rumah-rumah, termasuk yang ditinggal penghuninya, serta kendaraan. Hindari penimbunan barang dan mencegah kepanikan massal, yang sering dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.

Hal-Hal Kecil yang Sering Terlupa

Beberapa hal sepele justru krusial. Matikan listrik segera jika air mulai masuk rumah. Simpan dokumen penting seperti akta kelahiran, ijazah, sertifikat dalam plastik kedap air. Siapkan daftar nomor darurat: BPBD, puskesmas, pengurus RT/RW, dan keluarga. Alat komunikasi seperti walkie-talkie jarak pendek juga sangat membantu jika jaringan telepon padam.

Pada akhirnya, rob adalah fenomena alam yang bisa kita hadapi. Kuncinya bukan pada ketakutan, melainkan pada kesiapan dan kerja sama. Gotong royong warga adalah tameng terbaik. Dengan persiapan yang sederhana namun cepat, tepat, dan terorganisir, dampak buruk rob bisa kita tekan seminimal mungkin.

AM Hendropriyono, Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan RI (1996-1998).

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar