Kim Jong Un tak main-main. Dalam pidato terbarunya, pemimpin Korea Utara itu menegaskan kembali komitmennya yang paling keras: status nuklir negaranya adalah harga mati. Tak ada ruang untuk tawar-menawar. Bahkan, ia mengeluarkan peringatan seram untuk Korea Selatan, yang disebutnya sebagai musuh paling utama.
“Korea Utara tidak akan pernah mengubah statusnya sebagai negara bersenjata nuklir,” tegas Kim, seperti dikutip media pemerintah, Selasa (24/3/2026).
Pernyataan keras ini disampaikan sehari setelah ia kembali diangkat sebagai kepala Komisi Urusan Negara, badan pembuat kebijakan tertinggi di negara itu. Tampaknya, pengangkatan itu langsung diikuti dengan pesan yang gamblang ke dunia luar.
“Kami akan terus dengan tegas mengkonsolidasikan status kami sebagai negara bersenjata nuklir sebagai arah yang tak tergoyahkan,” ujarnya lagi. Ia menambahkan, upaya memperluas persenjataan nuklir untuk memperkuat status itu sepenuhnya dibenarkan.
Menurut laporan KCNA, kantor berita resmi Korut, pidato Kim cukup panjang dan mencakup banyak hal. Mulai dari isu pertahanan dan nuklir, sampai tujuan ekonomi dan hubungan dengan Seoul. Tapi nada paling mencolok jelas ditujukan ke arah selatan.
Korea Selatan, dalam pandangannya, adalah “negara yang paling bermusuhan”.
Artikel Terkait
Kemacetan Puncak Capai Puncak, 89 Ribu Mobil Catatkan Rekor Pasca-Lebaran
Bontang Kuala, Kampung Terapung Bersejarah di Kaltim, Jadi Primadona Wisata Lebaran
Rumah Kosong di Kembangan Hangus Terbakar Usai Pemiliknya Pulang Mudik
Ledakan Rudal Iran Guncang Yerusalem, Satu Orang Terluka