Sementara itu, dari kubu Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkapkan percakapannya dengan Trump. Ia mengakui bahwa AS melihat celah untuk sebuah kesepakatan.
“Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa IDF dan militer AS untuk mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan kesepakatan yang akan melindungi kepentingan vital kita,” kata Netanyahu.
Namun begitu, Netanyahu langsung menambahkan dengan nada tegas, “Pada saat yang sama, kami terus menyerang baik di Iran maupun di Lebanon.”
Mediasi dalam konflik ini memang rumit. Oman sebelumnya pernah jadi penengah untuk pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran, jauh sebelum perang meletus. Kini, sejumlah nama lain seperti Mesir, Qatar, dan Pakistan disebut-sebut sebagai calon perantara alternatif. Situasinya masih berubah, dan semua pihak terlihat enggan mengulurkan tangan pertama.
Artikel Terkait
Rumah Kosong di Kembangan Hangus Terbakar Usai Pemiliknya Pulang Mudik
Ledakan Rudal Iran Guncang Yerusalem, Satu Orang Terluka
Mendekati 100 Persen, Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi Tinggal di Tenda
One Way Nasional Berlaku di Tol Trans Jawa, dari Salatiga hingga Cikampek