Pernyataan serupa datang dari juru bicara militer, Brigadir Jenderal Effie Defrin. Pada Minggu malam, ia menyatakan bahwa kedua kegagalan di Arad dan Dimona itu tidak saling terkait.
Kebanyakan orang mengenal Iron Dome sebagai tulang punggung pertahanan Israel. Padahal, sistem itu terutama dirancang untuk menghadapi rudal jarak pendek dari kelompok seperti Hamas. Untuk ancaman yang lebih berat, Israel mengandalkan Arrow 3 sistem anti-rudal balistik canggih hasil kerja sama dengan AS yang beroperasi di tepian luar angkasa dan David’s Sling untuk rudal jarak menengah.
Menariknya, media Israel melaporkan bahwa Arrow 3 justru tidak dikerahkan untuk menghadapi rudal yang menyerang Arad dan Dimona. Alasannya klasik: rudal pencegatnya sangat mahal dan produksinya lama, sehingga penggunaannya harus sangat bijak.
Di sinilah masalahnya. Menjelang akhir perang dengan Iran tahun lalu, sudah ada suara-suara khawatir dari dalam lembaga keamanan Israel. Mereka bertanya-tanya, apakah persediaan rudal pertahanan akan habis sebelum Iran kehabisan peluru? Strateginya pun berubah: harus lebih hemat dan memprioritaskan pertahanan untuk kawasan padat penduduk serta infrastruktur strategis.
Militer membantah isu kehabisan stok. Mereka bilang sedang bersiap untuk pertempuran panjang dan "sampai saat ini" tidak ada kekurangan. Tapi tekanan pasti akan membesar seiring berjalannya waktu.
Amir Baram, direktur jenderal Kementerian Pertahanan Israel, bahkan terbang ke Washington bulan ini. Tujuannya: meminta tambahan pencegat dan amunisi. Tiga pejabat Israel yang diwawancarai secara anonim mengonfirmasi hal ini, meski belum jelas apakah Amerika akan menyetujuinya.
Jenderal Kochav menyimpulkan dengan nada realistis, "Ini bukan tong tanpa dasar. Ketika kita mencegat, kita juga harus memikirkan pertempuran hari berikutnya."
Pernyataannya seperti menggambarkan dilema yang sebenarnya: bagaimana melindungi negara setiap hari, sambil memastikan persediaan amunisi untuk esok hari yang belum pasti.
Artikel Terkait
Pendiri OnlyFans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker
Netanyahu dan Trump Bahas Kesepakatan Baru Usai Operasi Militer di Iran
Arsenal Kehilangan Lima Pemain Inti untuk Jeda Internasional Akibat Cedera
Revisi UU Pemda 2026 Dinanti Jadi Momentum Perbaiki Hubungan Pusat-Daerah