Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama

- Selasa, 24 Maret 2026 | 00:45 WIB
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama

Arus kendaraan pemudik di ruas tol Semarang yang melaju ke arah barat menuju Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Senin (23/3/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis

Di sisi lain, kalau kita lihat pergerakan dari timur ke Jakarta dalam periode H-10 sampai H 1, justru terjadi penurunan. Hanya 232.380 kendaraan yang tercatat, turun 31,49 persen dari angka normal 339.198 kendaraan. Tapi ini wajar, karena fokusnya masih pada arus mudik menuju kampung halaman.

Lonjakan serupa ternyata juga terjadi di sejumlah ruas tol JTT Group di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di GT Kalikangkung, misalnya, kendaraan menuju Semarang membengkak 127,06 persen menjadi 442.392 unit. Sementara yang meninggalkan Semarang justru turun 14,71 persen.

Pola yang hampir sama terlihat di GT Banyumanik. Arus menuju Solo melonjak 81,03 persen (502.702 kendaraan), sedangkan arus ke Jakarta malah sedikit menurun 5,01 persen.

Lalu bagaimana dengan Jawa Timur? Di GT Warugunung, kendaraan menuju Surabaya naik 18,73 persen, sementara arus ke Jakarta naik lebih tajam, 37,58 persen. Di GT Kejapanan Utama, pergerakan menuju Malang dan Surabaya sama-sama meningkat, meski dengan persentase yang berbeda. Begitu pula di GT Singosari.

"Sementara di GT Singosari, kendaraan menuju Malang tercatat 170.386 unit (naik 4,63 persen), sedangkan arah Surabaya mencapai 160.248 kendaraan (naik 4,36 persen),"

jelas Ria lagi.

Menghadapi puncak arus balik yang diprediksi segera tiba, JTT mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati. Merencanakan perjalanan dengan matang adalah kunci. Pastikan kondisi kendaraan prima, pengemudi cukup istirahat, dan yang tak kalah penting: cek bahan bakar serta saldo uang elektronik sebelum masuk tol. Keselamatan harus jadi prioritas utama di tengah kepadatan ini.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar