Strateginya dengan mengatur pembagian gardu transaksi. Saat ini, untuk menyerap arus dari Trans Jawa, dioperasikan 8 gardu. Sementara itu, sebanyak 22 gardu lain difokuskan untuk melayani kendaraan yang menuju Jakarta. Tujuannya satu: mempercepat arus kendaraan yang kembali ke Jabodetabek.
“Pengaturan jumlah gardu ini sifatnya dinamis, menyesuaikan kondisi lapangan yang bisa berubah cepat,” tambah Ria.
Ia kembali menegaskan, penyesuaian teknis seperti ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan situasional kepolisian. “Ini semua untuk mengoptimalkan pelayanan dan mendukung kelancaran arus balik,” ujarnya.
Imbauan Penting untuk Pemudik
Di tengah segala upaya rekayasa lalu lintas, JTT tak lupa mengingatkan hal yang paling mendasar: keselamatan. Pengendara diimbau untuk betul-betul memastikan kondisi fisik mereka fit dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan panjang.
Hal teknis lain yang sering terlupa juga ditekankan. Pastikan saldo uang elektronik untuk tol cukup, agar tidak menambah antrean. Yang tak kalah penting, selalu patuhi arahan petugas dan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan.
Perjalanan mudik memang melelahkan. Tapi dengan kesiapan dan kedisiplinan bersama, semua bisa sampai tujuan dengan selamat.
Artikel Terkait
Polisi Intensifkan Patroli di Permukiman Sepi Cengkareng Cegah Pencurian Saat Mudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 285 Ribu Kendaraan Diproyeksi Masuk Jabodetabek
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama
Plt Sekretaris DPRD Blora Akui Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran