Ia kemudian melanjutkan, “Kita tidak bisa tinggal diam menghadapi penderitaan begitu banyak orang yang menjadi korban tak berdaya dari konflik-konflik ini. Apa yang menyakiti mereka juga menyakiti seluruh umat manusia.”
“Kematian dan penderitaan yang disebabkan oleh perang-perang ini merupakan skandal bagi seluruh umat manusia dan seruan di hadapan Tuhan,” tandasnya.
Kekhawatirannya sangat mendalam, terutama untuk daerah-daerah yang hancur lebur oleh kekerasan bersenjata. Paus mengajak semua pihak, semua elemen masyarakat, untuk membuka mata. Jangan tutup-tutupi, apalagi mengabaikan, skandal moral yang lahir dari ambisi kekuasaan dan nafsu berperang ini. Situasinya sudah darurat, dan sikap kita menentukan masa depan bersama.
Artikel Terkait
Polisi Intensifkan Patroli di Permukiman Sepi Cengkareng Cegah Pencurian Saat Mudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 285 Ribu Kendaraan Diproyeksi Masuk Jabodetabek
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama
Plt Sekretaris DPRD Blora Akui Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran