Sebelumnya, ancaman Trump sangat konkret. Ia akan memerintahkan serangan pada Senin (23/3) malam itu juga jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Ancaman itu membuat ketegangan di kawasan langsung memuncak.
Namun begitu, sikap Trump sebelumnya terlihat keras. Baru pada Jumat (20/3) sore, ia dengan tegas menyatakan tidak berminat untuk gencatan senjata.
"Kita bisa berdialog, tetapi saya tidak ingin melakukan gencatan senjata," ujarnya kala itu.
Kini, nada itu berubah. Percakapan produktif selama dua hari itu rupanya cukup untuk menggeser posisi, setidaknya untuk sementara waktu. Lima hari ke depan akan menjadi penentu apakah pembicaraan ini benar-benar membuahkan hasil, atau hanya jeda sesaat sebelum badai.
Artikel Terkait
Trump Klaim Buka Dialog dengan Tokoh Iran, Ancam Lanjutkan Serangan Bom
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Segala Permusuhan, Sebut Perang Modern sebagai Skandal
Polri Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diberlakukan
KPK Alihkan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas dari Rumah ke Rutan