Di sisi lain, ancaman dari Tehran tidak main-main. Mereka sudah bersumpah akan membalas keras jika Amerika Serikat nekat menyerang jaringan energi dan listrik mereka. Blokade di Selat Hormuz menjadi titik panas yang memicu ketegangan ini.
Selain pernyataan Zolfaghari, ada klaim terpisah dari Khatam al-Anbiya. Kelompok itu menyebut pasukannya telah melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone. Sasaran yang disebut adalah pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi serta Armada Kelima AS yang bermarkas di Bahrain.
Mereka bahkan mendeskripsikan pangkalan udara di Arab Saudi itu sebagai lokasi kunci untuk operasi militer AS. Menurut klaim mereka, pesawat pengintai AS yang ditempatkan di sana juga menjadi sasaran rudal balistik. Situasinya semakin memanas, dan dunia menunggu apa yang terjadi selanjutnya.
Artikel Terkait
Masjid At-Thohir di Los Angeles Jadi Pusat Ibadah dan Perekat Diaspora Indonesia
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun
Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur
Libur Lebaran 2026 Resmi Berakhir, Aktivitas Penuh Dimulai 30 Maret