"Tetapi kami sudah mempunyai beberapa pos di sana. Untuk di Nagreg kami ada pos berkoordinasi dengan Limbangan, berkoordinasi dengan Gentong. Ini tiga ini satu talian ya untuk di jalur selatan," imbuhnya.
Rudi juga menyebut penerapan rekayasa lalu lintas. Hasilnya? Arus bisa dikendalikan.
"Ya alhamdulillah padat tapi lancar. Kita menerapkan beberapa rekayasa. Rekayasa tadi one way sepenggal dilihat dengan kapasitas kendaraan yang antreannya sudah sampai di mana," tambah dia.
Dukungan dari pemerintah provinsi pun turut meringankan. Di beberapa titik rawan macet, angkutan umum non-bus bahkan diberi kompensasi agar sementara waktu tidak beroperasi dan tak memperparah situasi.
"Di beberapa trouble spot itu yang ada angkot, becak, andong, seterusnya, bentor, itu dapat kompensasi," ujarnya.
Jadi, meski terlihat padat, upaya-upaya itu setidaknya menjaga agar arus mudik tetap bergerak, meski pelan.
Artikel Terkait
Masjid At-Thohir di Los Angeles Jadi Pusat Ibadah dan Perekat Diaspora Indonesia
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun
Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur
Libur Lebaran 2026 Resmi Berakhir, Aktivitas Penuh Dimulai 30 Maret