Kecelakaan Maut di Tol Krapyak: Hanya Tes Parkir, Lalu Langsung Bawa Penumpang
Gilang, sopir berusia 22 tahun dari PO Cahaya Trans, kini resmi menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan maut di Tol Krapyak, Jawa Tengah. Musibah itu merenggut nyawa 16 orang. Yang mencengangkan, fakta di balik layanan terungkap: pelatihan sang pengemudi ternyata amat minim. Sangat minim sekali.
Menurut Kapolrestabes Semarang, Kombes M Syahduddi, perusahaan terlihat abai. Pelatihan untuk pengemudi seperti Gilang nyaris tak ada. Prosedurnya cuma satu: bisa memarkir bus di garasi. Itu saja.
"Pemilik perusahaan tidak melakukan pelatihan pengemudi dengan baik, dimana prosedur yang dilakukan hanya sopir bus bisa memakirkan bus digarasi,"
Ujar Syahduddi, Rabu lalu. Setelah latihan singkat itu, Gilang langsung ditugaskan membawa penumpang. Bukan cuma sekali, ia sudah beberapa kali mengemudi dengan bus penuh.
"Dan supir langsung diperintahkan mengemudikan bus tersebut dengan penumpang tanpa dilakukan tes terlebih dahulu,"
Jelasnya lagi. Polisi pun mengimbau para pengusaha transportasi agar lebih serius menangani keselamatan. Imbauan ini datang di waktu yang krusial, mengingat arus mudik Idul Fitri 2026 sebentar lagi akan membanjiri jalanan.
Momen mudik selalu jadi puncak keramaian. Banyak orang memilih naik bus. Karena itulah, jaminan keselamatan harus jadi prioritas utama. Syahduddi berharap tragedi memilukan seperti di Krapyak tidak terulang lagi.
"Kami mengingatkan kepada para pemilik angkutan dan jasa transportasi umum betul-betul mematuhi regulasi, SOP, aturan perundang-undangan yang berlaku. Dan apa yang kami sampaikan hari ini merupakan bukti komitmen kami untuk memberikan rasa keadilan pada seluruh pihak terkait dengan adanya peristiwa kecelakaan yang terjadi beberapa waktu yang lalu,"
Pernyataan tegas itu sekaligus menegaskan komitmen kepolisian. Di sisi lain, kasus ini menyisakan duka yang dalam dan pertanyaan besar tentang keseriusan dunia transportasi kita dalam menjaga nyawa penumpang.
Artikel Terkait
Penjualan ORI029 Baru Capai 51% dari Target Rp25 Triliun
Mobil Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla, Diduga Pengemudi Mengantuk
Satgas Anti Tawuran Ringkus 7 Pemuda Bersenjata Tajam di Cilincing
DPR Desak Pemerintah Matangkan Strategi Mudik Lebaran 2026