Malam itu, udara di Jakarta Utara terasa lengang. Tapi, ketenangan itu justru jadi pertanda bagi petugas Satgas Anti Tawuran Polda Metro Jaya. Mereka berhasil meringkus tujuh pemuda yang diduga sedang bersiap untuk tawuran. Penangkapan ini terjadi dalam sebuah patroli rutin yang digelar kemarin.
Patroli malam itu sendiri sudah dimulai sejak lewat tengah malam, tepatnya pukul 00.30 WIB, Selasa lalu. Menurut Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo selaku Kepala Pengendali Satgas, timnya menyisir sejumlah titik rawan yang membentang dari Jakarta Pusat hingga ke wilayah utara ibukota.
“Dari hasil pemeriksaan dan penyisiran di lokasi mereka berkumpul, ditemukan dua celurit dan satu corbek yang disembunyikan,”
kata Wahyu saat jumpa pers pada Rabu (18/2/2026). Kecurigaan awalnya muncul saat petugas melihat aktivitas mencurigakan sekelompok pemuda di daerah Cilincing. Saat dicek, ternyata benar ada senjata tajam yang siap digunakan.
Ketujuh pemuda itu langsung dibawa ke Polsek Cilincing untuk diperiksa lebih lanjut. Wahyu menegaskan, operasi seperti ini bakal terus digencarkan. Tujuannya jelas: memangkas habis potensi tawuran dan kejahatan jalanan yang kerap meresahkan warga.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku tawuran maupun pihak yang membawa senjata tajam,” tegasnya. “Patroli rutin dan deteksi dini terus kami lakukan untuk menjaga keamanan masyarakat.”
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, juga turut angkat bicara. Dia mengajak masyarakat untuk proaktif melapor jika melihat hal-hal mencurigakan di sekitar mereka.
“Layanan call center Polri 110 dapat diakses secara gratis selama 24 jam. Setiap laporan masyarakat akan segera kami tindak lanjuti,”
tutur Budi. Satgas Anti Tawuran, jelasnya, akan tetap siaga menjaga keamanan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Upaya pencegahan, menurut mereka, adalah kunci utamanya.
Artikel Terkait
Ditlantas Polda Metro Jaya Siagakan Personel Antisipasi Pergeseran Arus Lalu Lintas Saat Ramadan
Pengamat Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran, Pemerintah Siapkan 143 Juta Perjalanan
Indonesia di Persimpangan: Diplomasi Bebas Aktif di Tengah Pergeseran Arsitektur Perdamaian Global
Komisi III DPR Pertanyakan Kewenangan MKMK Soal Penetapan Hakim MK Adies Kadir