Jakarta – Bagi yang baru masuk dunia mobil listrik, melihat berbagai jenis colokan pengisi daya di SPKLU mungkin bikin bingung. Padahal, standarnya di Indonesia sebenarnya sudah cukup jelas. Dua jenis yang paling sering kamu temui adalah port AC Type-2 untuk isi daya biasa, dan DC CCS2 untuk pengisian cepat. Keduanya lah yang jadi andalan di kebanyakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.
Namun begitu, pasar tak cuma diisi oleh mobil baru. Kalau kamu berniat membeli mobil listrik bekas, terutama model yang umurnya sudah agak tua sejak era 2015-an, ceritanya bisa berbeda. Bisa jadi colokannya tak sama dengan yang umum sekarang. Alhasil, kamu harus lebih jeli mencari SPKLU yang menyediakan colokan spesifik tersebut.
1. AC Type 2 (IEC 62196)
Nah, ini dia yang paling sering jumpai. Colokan dengan 7 pin ini desainnya umum banget, dipakai buat pengisian di rumah atau di SPKLU dengan arus AC. Mobil-mobil Eropa dan banyak model terbaru yang beredar di sini biasanya pakai standar ini. Cocok untuk isi daya semalaman di garasi atau saat parkir lama di kantor.
2. DC CCS2 (Combined Charging System)
Pengisian cepat alias fast charging di Indonesia mayoritas mengandalkan standar ini. Bentuknya seperti AC Type 2 yang ditambah dua pin ekstra di bagian bawah. Prosesnya jauh lebih cepat, dan jadi pilihan utama untuk mobil-mobil listrik modern macam Hyundai atau Tesla saat sedang dalam perjalanan jauh.
Artikel Terkait
Kemensos Pastikan Bansos Reguler Berlanjut Hingga April 2026
BRIN Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Adalah Sampah Antariksa
Kardinal Suharyo Serukan Pertobatan Ekologis di Misa Paskah Katedral Jakarta
Menteri Iran Peringatkan Dampak Radioaktif Serangan ke PLTN Bushehr Ancam Ibu Kota Negara Teluk