"Yang paling penting ialah menjaga cash flow perusahaan sehingga kalau ada kenaikan sementara tetap bisa survive," tambahnya.
Namun begitu, langkah defensif saja tak cukup. Anindya mendorong pelaku usaha untuk berpikir lebih jauh, lebih strategis. Dia menilai perusahaan perlu bertransformasi, beralih ke sektor-sektor yang punya nilai tambah tinggi. Dengan begitu, ketergantungan pada rantai pasok global yang rentan gejolak bisa dikurangi.
Untuk jangka pendek, Kadin bersama asosiasi dan pengusaha di daerah akan fokus pada efisiensi sambil terus memantau perkembangan. Mereka juga berkoordinasi dengan pemerintah. Tujuannya jelas: mencari opsi kebijakan yang bisa meredam dampak eksternal yang mungkin datang.
Jadi, ancaman dari luar negeri itu nyata. Tapi respon terbaik bukan cuma waspada. Melainkan memanfaatkan situasi untuk memperkuat fondasi bisnis dari dalam. Itu kuncinya.
Artikel Terkait
Libur Lebaran 2026 Resmi Berakhir, Aktivitas Penuh Dimulai 30 Maret
Tol Cipali Berlakukan Sistem Satu Arah untuk Antisipasi Arus Balik Mudik
Rusia Desak Penyelesaian Damai di Selat Hormuz, Khawatirkan Pembangkit Nuklir Bushehr
Pemerintah Targetkan 104 Sekolah Rakyat Baru untuk Akses Pendidikan Keluarga Miskin Ekstrem