Selat Hormuz masih tertutup. Ancaman dari Gedung Putih pun bergema: buka jalur itu, atau lihat jaringan listrikmu hancur. Ultimatum 48 jam dari Presiden AS Donald Trump kepada Iran itu seharusnya berakhir Senin malam waktu AS. Namun, di Moskow, nada yang terdengar justru berbeda.
Kremlin secara tegas menyerukan jalan damai. Lewat juru bicaranya, Dmitry Peskov, Rusia mendesak agar krisis ini diselesaikan lewat jalur politik dan diplomasi.
"Kami percaya bahwa situasi tersebut seharusnya beralih ke penyelesaian politik dan diplomatik," kata Peskov kepada para wartawan.
Dia menambahkan, "Hanya cara itulah yang benar-benar bisa meredakan ketegangan yang sudah memuncak di kawasan ini."
Artikel Terkait
Lonjakan 55% Penumpang di Terminal Malalayang Saat Mudik Lebaran 2026
Taman Bendera Pusaka Jadi Primadona Baru Libur Lebaran, Dipadati Pengunjung
Ketua Parlemen Iran Peringatkan Serangan AS Bisa Hancurkan Infrastruktur Energi Timur Tengah
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Kepanikan Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori