Bentrokan Manggarai Mereda, Brimob Jaga Ketat Kawasan Terowongan

- Minggu, 04 Januari 2026 | 00:06 WIB
Bentrokan Manggarai Mereda, Brimob Jaga Ketat Kawasan Terowongan

Suasana di sekitar Terowongan Manggarai, Tebet, kini kembali tenang. Padahal, dua hari sebelumnya, kawasan itu sempat memanas akibat bentrokan antarwarga. Aksi tawuran itu bahkan terjadi berturut-turut, Kamis dan Jumat sore, menciptakan kepanikan di tengah hiruk-pikuk ibukota.

Merespon kejadian itu, Brimob Polda Metro Jaya akhirnya turun tangan. Mereka tak ingin insiden serupa terulang lagi. Personel disiagakan di dua titik strategis: Terminal Bus Manggarai dan Pintu Air Jalan Tambak. Tak cuma diam di pos, mereka juga aktif berpatroli di sekitar terowongan, mengawasi agar massa tak lagi berkumpul untuk bentrok.

Kombes Pol Henik Maryanto, selaku Dansatbrimob, memberikan penjelasan mengenai langkah yang diambil.

"Monitoring pasca kejadian kami laksanakan untuk memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif," ujarnya pada Sabtu (3/1).

Dia menegaskan komitmen pasukannya.

"Brimob Polda Metro Jaya siap mendukung upaya kepolisian kewilayahan melalui kehadiran yang preventif, profesional, dan humanis guna menjaga ketertiban serta rasa aman masyarakat.”

Menurut Henik, keadaan sekarang sudah normal. Warga bisa kembali beraktivitas tanpa rasa was-was. Upaya pengamanan ini memang difokuskan untuk mencegah, bukan sekedar menunggu kejadian.

Bentrokan pertama, Kamis sore, sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Videonya cukup jelas memperlihatkan dua kelompok saling melempar kembang api. Yang parah, jalanan dipenuhi serpihan kaca konon dari benda yang pecah akibat keributan hingga bikin ban sepeda motor bocor saat melintas.

Namun begitu, esok harinya tawuran pecah lagi. Lokasinya masih di kawasan yang sama, Jumat sore. Video lain yang beredar menunjukkan aksi saling serang di underpass Manggarai. Ledakan kembang api terdengar keras, memperlihatkan betapa tegangnya situasi saat itu.

Kini, dengan pengawalan ketat dari Brimob, suasana mereda. Patroli terus berjalan, mengawasi sudut-sudut yang rawan. Harapannya jelas: ketenangan ini bisa bertahan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar