Pemerintah lagi gaspol nih. Targetnya, 104 Sekolah Rakyat baru bakal segera berdiri di berbagai kota. Ini semua demi satu hal: mempercepat akses pendidikan buat masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem. Jadi, anak-anak dari keluarga kurang mampu punya kesempatan yang sama untuk belajar di fasilitas yang layak.
Kalau dirinci, program ambisius ini rencananya menjangkau 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota. Nantinya, kapasitasnya ditargetkan bisa menampung hingga 112 ribu lebih siswa, tersebar dalam ribuan rombongan belajar. Per Maret 2026, progres pembangunannya secara nasional sudah nyentuh angka 15,54 persen. Memang belum separuh jalan, tapi upayanya terus digenjot.
Nah, untuk Tahap II ini, setiap sekolah akan dibangun di atas lahan yang cukup luas, antara 5 sampai 10 hektare. Lahan-lahan ini disiapkan oleh pemda setempat. Yang menarik, desainnya nggak main-main. Setiap kompleks dirancang modern dan terintegrasi, jauh dari kesan sekolah ala kadarnya.
Bayangkan, selain ruang kelas yang nyaman, ada laboratorium keterampilan, perpustakaan, sampai pusat pembelajaran digital. Bahkan, disediakan juga asrama untuk siswa dan guru. Fasilitas penunjang lain seperti kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, dan ruang ekstrakurikuler juga jadi perhatian. Mereka ingin menciptakan kawasan belajar yang benar-benar komplet, dengan sentuhan ruang terbuka hijau agar lingkungannya asri.
Tapi jangan dikira jalan mulus. Di lapangan, tantangan teknis selalu ada. Kementerian PU mengakui sejumlah kendala, mulai dari akses menuju lokasi yang kadang terpencil, distribusi material bangunan, sampai kesiapan infrastruktur pendukung. Semua itu harus diatasi biar proyek tetap on track sesuai jadwal.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah lewat keterangan tertulisnya.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
Perkembangannya sendiri cukup beragam di tiap daerah. Di Jawa Tengah, misalnya, kemajuannya terbilang signifikan. Proyek di sana tersebar di 11 titik, dibagi jadi dua wilayah kerja. Wilayah pertama mencakup Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Temanggung. Sementara wilayah kedua menjangkau Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, plus Kota Semarang.
Dari semua titik itu, ada yang progresnya melebihi rata-rata nasional. Kabupaten Sragen, contohnya, disebut-sebut mencatat kemajuan konstruksi yang cukup tinggi. Ini tentu kabar baik.
Intinya, koordinasi antara Kementerian PU dan pemerintah daerah terus diperkuat. Tujuannya jelas: memastikan semua proyek Sekolah Rakyat Tahap II ini selesai tepat waktu. Harapannya besar. Kehadiran fasilitas pendidikan baru ini bukan cuma soal gedung, tapi tentang membuka pintu yang lebih lebar untuk pemerataan kualitas belajar mengajar di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Buka Akses Rekrutmen via Aplikasi MyPertamina
HBKB Diterapkan di HR Rasuna Said untuk HUT Jakarta, Dishub Sediakan 3.687 Slot Parkir dan Enam Jalur Alternatif
Pendiri Ponpes di Pati Jadi Tersangka Pemerkosaan Santriwati, Terancam 15 Tahun Penjara
PKB Kecam Pemerkosaan oleh Pimpinan Ponpes di Pati, Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku