Pendapa Trenggalek bakal ramai. Mulai besok, selama tiga hari penuh, pusaka-pusaka unik akan dipamerkan untuk umum. Yang menarik, dua koleksi pribadi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan satu keris milik Presiden Prabowo Subianto turut hadir memeriahkan acara ini.
Pameran ini digelar dalam rangka memperingati 20 tahun penetapan keris sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, tampak antusias menyambut momen langka ini.
"Masyarakat yang penasaran seperti apa keris Pak Presiden, silakan datang ke Pendapa Manggala Praja Nugraha mulai besok,"
kata Nur Arifin, Senin (24/11/2025).
Menurutnya, pameran tahun ini jauh lebih meriah. Bahkan, sebelum pameran resmi dibuka, akan ada kirab pusaka yang melibatkan hampir semua desa dan kecamatan di Trenggalek.
"Hampir semua desa dan kecamatan membawa pusaka masing-masing untuk dikirab bersama,"
jelasnya lagi.
Nggak cuma sekadar pajangan, acara ini juga jadi ajang pertukaran ilmu. Komunitas keris, pegiat, sampai para empu bakal berkumpul. Bagi Arifin, keris bukan cuma benda pusaka biasa. Ia melihatnya sebagai bukti kemajuan peradaban kita.
Proses pembuatannya yang rumit, pengetahuan metalurgi yang tinggi, semua tercermin di sana. Keris itu nggak cuma soal warangka yang diukir indah dari kayu, gading, atau tulang.
"Keris juga melalui proses tempa logam dengan campuran berbagai unsur. Bahkan ada yang berhiaskan emas atau batu mulia. Ini adalah seni dan spiritualitas nusantara yang sangat luhur,"
tegas Arifin.
Ia pun berharap generasi muda mau melestarikan warisan berharga ini.
Sementara itu, Agung Guntoro Wisnu, Direktur LSP Perkerisan Indonesia, memberi sedikit gambaran tentang keris yang akan dipamerkan. Keris koleksi Presiden Prabowo yang dipajang di Trenggalek adalah keris Bali dengan warangka gadung gajah berukir khas Bali.
Menariknya, keris ini sebenarnya berpasangan. Tapi karena ada dua acara peringatan yang berjalan bersamaan satu di Trenggalek, satu lagi di Demak maka keduanya dipisahkan untuk sementara.
"Satu keris dipamerkan di Trenggalek, satu lagi di Demak,"
kata Agung.
Sedangkan dua keris koleksi Fadli Zon terdiri dari jenis Melayu dan Bali. Agung berharap, lewat pameran ini, masyarakat makin cinta dan paham akan keris.
"Seni tempa keris tidak bisa ditiru oleh negara lain. Jangan dilihat dari sisi mistisnya, tapi dari nilai seni dan budayanya,"
imbuhnya menutup pembicaraan.
Jadi, buat yang penasaran, jangan sampai kelewatan. Acara berlangsung 25–27 November 2025. Datang, lihat, dan apresiasi langsung warisan budaya yang telah diakui dunia.
Artikel Terkait
ERT NHM Diterjunkan Bantu Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono, Tiga Pendaki Dinyatakan Meninggal
Menkeu Yakin Ekonomi Indonesia Tembus Enam Persen pada 2027 Meski Geopolitik Global Tak Pasti
Puluhan Jemaah Umrah Laporkan Bos Hanania Travel ke Polda Metro atas Dugaan Penipuan Rp60 Miliar
Timnas Indonesia U-19 Optimis Hadapi Piala AFF 2026 Usai TC di Yogyakarta