Gus Ipul Buka Suara: Inisiatif Sekolah Rakyat Berawal dari Ide Prabowo

- Senin, 12 Januari 2026 | 12:05 WIB
Gus Ipul Buka Suara: Inisiatif Sekolah Rakyat Berawal dari Ide Prabowo

Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul meresmikan 166 sekolah rakyat sekaligus. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan perkembangan terbaru program ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Menariknya, Gus Ipul mengungkapkan bahwa ide awal sekolah rakyat ini justru datang langsung dari Prabowo sendiri.

"Sekolah rakyat pada dasarnya adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo,"

kata Gus Ipul tegas dalam sambutannya.

Lalu, bagaimana perkembangannya? Rupanya, program ini sudah berjalan cukup masif. Sejak Juli tahun lalu, sebanyak 60 sekolah sudah mulai beroperasi. Angka itu bertambah lagi di Agustus, dengan 37 titik baru. Kemudian, di penghujung September dan awal Oktober, bertambah lagi 66 lokasi. Kalau dijumlahkan, totalnya mencapai 166 sekolah yang tersebar di berbagai penjuru negeri.

"Total 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota seluruh Indonesia,"

jelasnya lebih lanjut.

Bayangkan, program ini sudah menampung lebih dari 15 ribu siswa. Mereka diajar oleh lebih dari dua ribu guru yang mendedikasikan diri. Gus Ipul menyebut angka pastinya: 15.954 siswa, dengan dukungan 2.218 guru dan hampir lima ribu tenaga pendidikan lainnya.

Di sisi lain, ada filosofi kuat di balik gerakan ini. Sekolah rakyat bukan sekadar tempat belajar biasa. Ia dirancang dengan satu misi besar: memutus mata rantai kemiskinan yang seringkali turun-temurun. Prabowo, menurut Gus Ipul, punya keinginan kuat agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak mengulangi jalan hidup orang tuanya.

"Kami berusaha menerjemahkan penyelenggaraan sekolah rakyat dengan melakukan penjangkauan kepada mereka dari keluarga paling tidak mampu,"

tuturnya, menjelaskan strategi yang diambil.

Jadi, program ini memang sengaja menyasar mereka yang paling membutuhkan. Upaya konkretnya adalah dengan mendatangi dan membuka akses pendidikan tepat di lingkungan mereka.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar