Jakarta - Konflik di Timur Tengah memang bikin was-was. Tapi bagi pelaku usaha di dalam negeri, situasi global yang serba tak pasti ini justru bisa jadi momentum untuk introspeksi. Itulah pesan yang disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.
Menurutnya, ketegangan geopolitik di kawasan itu berpotensi menekan dunia usaha, terutama lewat lonjakan harga energi. Naiknya biaya produksi itu dampaknya langsung terasa. Nah, di sinilah pentingnya berbenah.
"Suatu gonjang-ganjing besar di Timur Tengah harus menjadi kesempatan untuk kita reformasi di dalam perusahaan masing-masing," ujar Anindya di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Dia menegaskan, langkah pertama ya mengencangkan ikat pinggang. Soalnya, arus kas atau cash flow itu wajib dijaga. Tanpa likuiditas yang sehat, perusahaan bakal limbung menghadapi fluktuasi.
Tekanan biaya energi, yang jadi input utama industri, memang mengkhawatirkan. Tapi di sisi lain, kondisi ini bisa memaksa kita untuk lebih disiplin. Efisiensi operasional dan ketahanan keuangan harus jadi prioritas utama jika ingin bertahan.
Artikel Terkait
Lonjakan 55% Penumpang di Terminal Malalayang Saat Mudik Lebaran 2026
Taman Bendera Pusaka Jadi Primadona Baru Libur Lebaran, Dipadati Pengunjung
Ketua Parlemen Iran Peringatkan Serangan AS Bisa Hancurkan Infrastruktur Energi Timur Tengah
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Kepanikan Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori