"Setelah itu AA pulang ke rumah untuk mengambil parang dan kembali ke rumah korban dan melakukan penganiayaan," terang Dipo lebih lanjut.
Dengan parang di tangan, AA menganiaya MR. Akibatnya, korban menderita empat luka robek akibat tebasan di sekujur tubuhnya. Keadaan MR yang mengenaskan membuat warga sekitar buru-buru membawanya ke Puskesmas Bontoa untuk pertolongan pertama.
Insiden memilukan ini tentu saja mengubur makna sebenarnya dari silaturahmi Idulfitri. Alih-alih saling memaafkan, pertemuan itu justru berakhir dengan kekerasan berdarah.
(rdp/imk)
Artikel Terkait
Pemkot Yogyakarta Siapkan Uji Coba WFH Setiap Jumat bagi ASN
Tayangan Spesial BTS Puncaki Tangga Lagu Netflix di 77 Negara
Tim Advokasi Desak Puspom TNI Rilis Foto Empat Prajurit Tersangka Penyiraman Aktivis
Harga BBM Nasional Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengak Picu Ketegangan Global