Di tengah dunia yang lagi panas-panasnya konflik antara AS, Israel, dan Iran bikin pasar energi global tegang ada satu hal yang justru tenang di sini: harga BBM. Ya, di Indonesia, harga bahan bakar minyak ternyata masih stabil. Ini tentu jadi angin segar buat kita semua, apalagi yang lagi sibuk mempersiapkan perjalanan mudik balik Lebaran 2026.
Menurut pantauan di sejumlah SPBU, dari Pertamina sampai merek swasta seperti Shell atau Vivo, harga di papan penunjuk angka-angkanya itu-itu saja sejak awal Maret. Padahal, gejolak di Timur Tengah seharusnya bisa bikin harga minyak dunia melonjak. Tapi nyatanya, di sini belum terasa dampaknya.
Pertamina Tak Bergerak
Data resmi dari Pertamina menunjukkan, baik BBM subsidi maupun non-subsidi harganya nggak berubah sepanjang bulan ini. Buat yang penasaran, berikut daftar harganya di Jakarta:
Pertalite masih Rp10.000 per liter. Solar subsidi Rp6.800. Untuk yang lebih tinggi oktannya, Pertamax dijual Rp12.300, sementara Pertamax Turbo Rp13.100. Ada juga Pertamax Green di angka Rp12.900. Untuk diesel, Dexlite Rp14.200 dan Pertamina Dex sedikit lebih mahal, Rp14.500.
Swasta Juga Ikut Bertahan
Nah, kalau yang swasta gimana? Ternyata kondisinya serupa. Meski sempat ada kabar soal stok yang menipis di beberapa lokasi, toh harga di SPBU Shell, bp, dan Vivo juga belum ada yang naik.
Ambil contoh Shell. Shell Super mereka dijual Rp12.390, sedangkan V-Power Diesel harganya Rp14.620 per liter.
Lalu, di SPBU bp, BP Ultimate dijual Rp12.930. Yang BP 92 harganya sama dengan Shell Super, Rp12.390. Sementara BP Ultimate Diesel harganya sama persis dengan V-Power Diesel, Rp14.620.
Vivo pun tak ketinggalan. Revvo 92 harganya Rp12.390, Revvo 95 Rp12.930, dan Diesel Primus mereka sedikit lebih murah serupiah dari kompetitor, yaitu Rp14.610 per liter.
Jadi, buat yang mau mudik atau sekadar jalan-jalan, setidaknya urusan BBM belum perlu bikin kantong jebol. Situasi global memang mencemaskan, namun untuk saat ini, kita masih bisa bernapas lega.
Artikel Terkait
PT Simone Batang Investasi Rp429 Miliar di KEK Industropolis, Target Serap 6.000 Tenaga Kerja
Trump dan Von der Leyen Sepakat Tolak Ambisi Nuklir Iran di Tengah Negosiasi Tarif AS-UE
Wamendagri Dorong Revisi PP Majelis Rakyat Papua demi Perkuat Otsus dan Hak Orang Asli Papua
KAI Gandeng detikcom Latih 25 Pegawai Humas Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Digital