Kontak senjata kembali memakan korban di Papua Barat Daya. Dua prajurit marinir TNI AL gugur setelah baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. Peristiwa berdarah itu terjadi Minggu pagi, sekitar pukul tujuh waktu setempat. Tak hanya itu, senjata api milik kedua prajurit yang gugur itu pun dilaporkan hilang, dirampas oleh para pelaku.
Kedua korban diketahui adalah Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10. Situasinya memang mencekam. Selain kedua prajurit yang gugur, satu anggota lainnya, Kopda Marinir ES dari Yonmar 7, mengalami luka berat dan dalam kondisi kritis. Saat ini, seluruh korban telah dievakuasi ke RSAL dr. R. Oetojo di Sorong untuk mendapatkan perawatan intensif.
Di depan rumah sakit itu pula, Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigjen TNI Slamet Riyadi, memberikan penjelasan kepada awak media. Wajahnya tampak serius.
"Setelah kejadian ini, kami meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta memperketat pengawasan di lapangan," ujar Slamet.
Menurutnya, langkah konkret segera diambil. Koordinasi dengan satuan lain, termasuk Satgas Operasi Habema yang di dalamnya ada prajurit Batalion Marinir 10, akan diperkuat. Dengan pembagian sektor operasi yang sudah ada, ia berharap respons terhadap setiap gangguan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Artikel Terkait
BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Sejumlah Daerah Saat Lebaran
Tottenham Tersungkur ke Zona Degradasi Usai Dibantai Nottingham Forest
Robinio Vaz Jadi Pahlawan, AS Roma Akhiri Tren Buruk dengan Kemenangan Tipis Atas Lecce
Veda Ega Pratama Raih Podium Moto3 Brasil, Naik ke Peringkat Ketiga Klasemen