Soal puncak arus balik, prediksinya sudah ada. Tahun ini puncaknya diperkirakan jatuh pada Selasa, 24 Maret. Rivan mengingatkan agar pengendara menghindari waktu-waktu favorit seperti pagi dan malam hari jika tidak ingin terjebak kemacetan panjang.
"Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan pada waktu-waktu favorit, seperti pagi dan malam hari," kata Rivan.
Dia juga mengingatkan untuk mengantisipasi kepadatan di jalur menuju destinasi wisata, yang biasanya ikut ramai pasca-lebaran.
Secara keseluruhan, gelombang mudik tahun ini terhitung sangat besar. Dari H-10 hingga hari H Lebaran (11-21 Maret 2026), volume kendaraan yang keluar dari Jabotabek mencapai 2.007.253 unit. Angka kumulatif ini dihitung dari empat gerbang tol utama: Cikampek, Kalihurip, Cikupa, dan Ciawi. Dibandingkan arus normal, terjadi peningkatan sebesar 24,6 persen.
Dan itu belum semuanya. Rivan menyebut, dua juta kendaraan tadi baru mewakili 56,89 persen dari total proyeksi. Diperkirakan, akan ada sekitar 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Jabotabek sepanjang periode 11 hingga 31 Maret nanti. Masih panjang, tampaknya.
Terakhir, imbauan standar tapi penting tetap disampaikan. Pastikan pengemudi dan kendaraan fit, siapkan bekal, cek BBM dan saldo e-money. Patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. Dan yang sering dilupakan: jangan berlama-lama di tempat istirahat. Gunakan waktu dengan bijak agar semua bisa mendapat giliran.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Ekspor Mineral Kritis ke AS Wajib Olah Dalam Negeri
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades yang Tak Izinkan Salat Id Lebih Dulu
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Lille Kalahkan Marseille 2-1 di Velodrome, Persaingan Papan Atas Ligue 1 Makin Ketat