Suasana hangat Idulfitri ternyata bisa dirasakan hingga di negeri dingin Swedia. Ratusan diaspora Indonesia berkumpul di Husby, Stockholm utara, merayakan hari raya dengan penuh kebersamaan. Meski sederhana, acara ini jadi bukti bahwa semangat Lebaran tak padam oleh tingginya tekanan inflasi di Eropa.
Acara khidmat ini digagas oleh komunitas pengajian Al Ikhlas bersama KBRI Stockholm. Ruang serba guna yang dipakai penuh sesak. Lebih dari dua ratus orang hadir keluarga muda, pelajar, hingga pekerja semuanya memadati tempat untuk salat Id berjamaah dan takbiran.
Ketua Komunitas Al Ikhlas Stockholm, Edo Widiyadi, mengakui tahun ini penuh tantangan.
"Biaya konsumsi melonjak karena inflasi di sini bisa mencapai 10-15 persen. Anggaran membengkak, tapi alhamdulillah kami tetap bisa menyediakan sekitar 320 paket hidangan tradisional untuk jemaah. Ini pengobat rindu kampung halaman," ujar Edo.
Duta Besar RI untuk Swedia, Yayan Ganda Hayat Mulyana, tampak terkesan.
"Kami merasakan kehangatan keluarga yang sangat kuat. Merayakan Idulfitri dalam kesederhanaan dan ketakwaan di sini memberikan kesan mendalam," tuturnya.
Artikel Terkait
Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Lebanon Selatan, Presiden Aoun Peringatkan Ancaman Invasi
Buka Tutup Akses MBZ Diterapkan Lagi Atasi Kemacetan Mudik
Arus Mudik Lebaran Belum Reda, 197 Ribu Kendaraan Masih Tinggalkan Jabotabek di Hari H
Polisi Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Libur Panjang