Wall Street kembali menunjukkan taringnya di awal pekan ini. Pada Senin (22/12/2025), pasar saham AS ditutup dengan catatan hijau yang cukup solid, hampir semua sektor ikut merasakan kehangatan optimisme itu. Rupanya, sentimen positif menyambut periode Santa Claus Rally yang legendaris itu sudah mulai terasa di udara.
Indeks-indeks utama kompak merangkak naik. Dow Jones menguat 0,47% ke 48.362,68. Sementara itu, S&P 500 naik lebih tinggi, 0,64%, menembus level 6.878,49. Nasdaq juga tak mau kalah, bertambah 0,52% menjadi 23.428,83.
Yang menarik, kenaikan ini terjadi secara merata. Sektor Keuangan jadi primadona dengan lonjakan 1,3%, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Tapi sektor lain juga tak kalah bersinar. Material dan Energi, misalnya, masing-masing naik 1,4% dan 1,1%, didorong oleh harga komoditas global yang sedang bersemangat. Teknologi pun melanjutkan pemulihannya dengan tambahan 0,4%.
Nah, semua mata kini tertuju pada Rabu ini. Kenapa? Karena periode Santa Claus Rally secara resmi dimulai dan akan berlangsung hingga 5 Januari. Bagi yang belum tahu, ini adalah fenomena di akhir tahun yang ditunggu-tunggu investor. Data historis sejak 1950 menunjukkan, S&P 500 rata-rata bisa naik 1,3% dalam rentang waktu tersebut. Jadi, wajar saja kalau banyak yang mulai bersemangat.
Performa tahun ini sendiri sudah luar biasa. Secara year-to-date, S&P 500 telah melesat 17%. Ketahanan ekonomi AS dan demam AI menjadi bahan bakar utama yang mendorong pasar menuju tahun ketiga berturut-turut di zona hijau.
Yang juga patut dicatat, suasana ketenangan terasa jelas. Indeks VIX, barometer ketakutan pasar, anjlok ke level 14,08. Itu adalah posisi terendah dalam setahun terakhir, lho. Meski volume perdagangan mulai menipis jelang libur hanya 14,57 miliar saham, di bawah rata-rata tidak ada kepanikan berarti.
Mengingat liburan Natal sudah di depan mata, jadwal pasar pun akan menyesuaikan. Perdagangan di hari Rabu nanti akan berlangsung singkat, dan Kamis pasar tutup sepenuhnya untuk merayakan Natal.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
BCA Sekuritas Prediksi 2026: Dunia di Era Great Reset AI, Dihantui Ketegangan Geopolitik
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39% di Kuartal IV-2025, Tertinggi Sepanjang Tahun
IHSG Terpangkas 1,15% Usai Moodys Turunkan Outlook Utang Indonesia
Saham TUGU Tunjukkan Ketahanan dan Pulih Lebih Cepat dari Gejolak MSCI