Utamakan Hilirisasi
Namun begitu, ada satu garis yang tak bisa ditawar. Prinsip hilirisasi. Presiden dengan jelas menyatakan Indonesia tidak akan mengizinkan ekspor bahan mentah begitu saja. Semua harus diolah dulu di dalam negeri.
“Bahan mentah, kita minta di processing. Kalau dia mau mining dan proses di sini, tetap dong,” ucapnya lugas.
Di sisi lain, Prabowo melihat mineral kritis sebagai komoditas biasa yang harus memberi nilai ekonomi setinggi-tingginya untuk Indonesia. Logikanya sederhana: selama harganya sesuai pasar internasional, siapa pun yang mengelola, negara tetap dapat manfaat ekonominya.
“Critical mineral itu is a commodity. If they pay international market price, mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value. Yang penting kita kasih access,” paparnya.
Jadi, kesimpulannya jelas. Investasi asing tetap dipersilakan. Tapi dengan catatan: tunduk pada aturan nasional dan yang paling penting, mendukung upaya hilirisasi. Tidak ada kompromi di titik itu.
Artikel Terkait
Monas Dibanjiri 13.500 Pengunjung di H+1 Lebaran
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus Meski Ada Tekanan Anggaran
Banjir Rendam Sembilan RW di Ciracas Saat Hari Pertama Lebaran
Polri Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026