Namun begitu, sikap ini bukan berarti Indonesia menutup diri. Justru di sisi lain, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk terlibat dalam dewan perdamaian itu dengan cara lain: melalui pengiriman pasukan. Kontribusi semacam ini lebih sejalan dengan track record Indonesia di misi perdamaian dunia.
"Kita mengatakan, kita siap untuk pasukan perdamaian, berapa yang diminta,"
katanya singkat.
Ke depannya, pemerintah akan memantau perkembangan situasi. Prabowo menyebut, ketika proses pembangunan kembali Gaza benar-benar bisa dimulai pasca gencatan senjata, barulah kontribusi Indonesia mungkin dipertimbangkan. Ia tak lupa menyebut sejumlah langkah nyata yang sudah diambil, seperti pembangunan rumah sakit di Gaza.
"Kalau benar-benar gencatan senjata terus berhasil dan sudah mulai pembangunan, bisa saja Indonesia ikut serta, kan. Kita punya Baznas, kita punya, lalu nanti, kita sebelum ini pun kita sudah membangun rumah sakit, kita sudah bikin macam-macam di situ. Nggak ada komitmen (iuran) sama sekali,"
pungkasnya.
Artikel Terkait
Polri Imbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Saat Mudik dan Wisata Lebaran
Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam, Ancaman Serang Jaringan Listrik
Jumat Agung 3 April 2026 Jadi Libur Nasional Pertama Usai Lebaran
KPK Alihkan Status Tahanan Gus Yaqut ke Rumah, Pengamat Soroti Sejarah Baru