Dua nyawa melayang di Kota Saratov, Rusia, Sabtu (13/12) lalu. Penyebabnya? Sebuah serangan drone yang diklaim berasal dari Ukraina. Menurut laporan, drone itu menghantam sebuah bangunan tempat tinggal, bukan fasilitas militer.
Gubernur setempat, Roman Busargin, mengonfirmasi kabar duka ini lewat aplikasi Telegram.
“Dua orang tewas,”
tulisnya singkat. Ia melanjutkan, serangan itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah unit apartemen di gedung hunian tersebut.
Busargin juga berjanji pemerintah akan memberikan kompensasi finansial bagi warga yang rumahnya rusak. “Bantuan keuangan akan segera disalurkan kepada mereka yang terdampak,” tambahnya, mencoba meredam kepanikan.
Lokasi kejadian ini cukup menarik. Saratov sendiri terletak persis di tepi Sungai Volga, berhadapan langsung dengan kota Engels. Nah, Engels ini dikenal sebagai lokasi pangkalan militer strategis Rusia. Bukan kali pertama kawasan ini jadi sasaran. Beberapa waktu lalu, Ukraina juga pernah mencoba serangan serupa, tapi sebagian besar dronenya berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Rusia.
Perang ini memang sudah memasuki fase yang melelahkan. Kedua belah pihak, Rusia dan Ukraina, terus saling hantam tanpa henti. Drone menjadi senjata andalan, menembus langit dan menebar ancaman jauh di belakang garis depan.
Di tengah situasi yang makin panas, ada upaya diplomasi yang mencoba mencari celah. Amerika Serikat disebut-sebut sedang mengadakan pembicaraan terpisah dengan Moskow dan Kiev. Tujuannya satu: mengupayakan jalan untuk mengakhiri pertumpahan darah ini. Hasilnya? Masih harus kita tunggu.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu