Waspada, Liburan ke Jepang Bisa Jadi Bencana Kalau Salah Pilih Tanggal Ini

- Kamis, 22 Januari 2026 | 09:36 WIB
Waspada, Liburan ke Jepang Bisa Jadi Bencana Kalau Salah Pilih Tanggal Ini

Buat banyak orang Indonesia, Jepang memang punya daya tarik yang nggak pernah pudar. Destinasinya selalu jadi favorit. Tapi, kalau mau liburan ke sana, soal waktu itu penting banget. Jangan asal pilih tanggal, nanti malah ketemu kerumunan dan harga yang bikin kantong jebol.

Misalnya, kalau mau lihat sakura mekar, targetin aja pertengahan Maret sampai April. Tapi selain waktu terbaik, ada juga masa-masa yang sebaiknya kamu hindari. Kapan aja sih?

Kapan Sebaiknya Nggak ke Jepang?

Intinya sih, hindari aja periode libur panjang dan akhir pekan panjang di sana. Kenapa? Laporan dari Sora News24 bilang, saat-saat itu warga lokal juga pada liburan. Akibatnya, harga tiket pesawat, penginapan, sampai tiket atraksi wisata langsung melambung tinggi. Belum lagi keramaiannya, bikin susah napas. Buat yang pengin liburan hemat dan lebih nyaman, simak daftar waktunya di bawah ini.

10-12 Januari

Ini libur tiga hari karena Seijin no Hi atau Hari Kedewasaan. Kamu bakal banyak lihat anak muda pakai kimono cantik buat acara seremonial. Memang pemandangannya menarik, tapi efek sampingnya restoran, pub, sampai transportasi umum jadi super ramai. Wisata domestik juga melonjak.

21-23 Februari

Tanggal 23 Februari itu ulang tahun Kaisar Naruhito. Karena tahun ini jatuh di hari Senin, jadilah akhir pekan panjang. Warga Jepang pasti banyak yang manfaatin buat jalan-jalan.

20-22 Maret

Hari ekuinoks musim semi pada 20 Maret bikin libur tiga hari. Cuaca mulai enak, nggak terlalu dingin. Alhasil, banyak yang langsung keluar rumah buat rekreasi.

2-6 Mei (Golden Week)

Nah, ini puncaknya. Golden Week itu periode tersibuk seantero Jepang. Rangkaian hari libur nasional bikin jutaan orang serentak bepergian. Padatnya bisa merembet dari 29 April sampai 10 Mei lho, soalnya banyak yang sengaja nambahin cuti.

18-20 Juli

Libur Umi no Hi atau Hari Laut. Bayangin aja, pantai-pantai, kota wisata, dan pusat hiburan pasti dipenuhi orang yang pengin kena angin laut.

13-16 Agustus (Obon)

Ini libur musim panas terbesar. Tradisi mudik ke kampung halaman atau sekalian liburan keluarga bikin pergerakan orang luar biasa. Lonjakan biasanya udah mulai kerasa sejak tanggal 10 Agustus.

19-23 September (Silver Week)

Fenomena Silver Week ini nggak sering terjadi. Ini saat dua hari libur nasional berdekatan dan nyambung sama akhir pekan, jadi libur panjang lima hari. Tahun 2026 nanti diprediksi bakal ada Silver Week lagi.

10-12 Oktober

Sports Day jatuh di musim gugur. Cuacanya enak banget, nggak panas nggak terlalu dingin. Makanya destinasi wisata mana pun pasti penuh sesak.

21-23 November

Labor Thanksgiving Day berbarengan dengan puncak musim gugur dan momiji atau daun merah. Tempat-tempat yang menawarkan pemandangan alam otomatis jadi incaran utama.

Akhir Desember

Meski cuma tanggal 1 Januari yang libur resmi, kenyataannya banyak kantor tutup mulai 29 atau 30 Desember. Jadilah perjalanan akhir tahun ini selalu masuk kategori periode tersibuk.

Jadi gimana solusinya? Kalau mau suasana lebih santai, harga lebih bersahabat, dan nggak berdesak-desakan, usahakan hindari tanggal-tanggal tadi. Coba cari waktu di hari kerja biasa, di luar musim libur. Misalnya, akhir Januari, awal Februari, atau pertengahan Juni. Itu biasanya lebih sepi dan nyaman buat jelajah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar