Lalu ada kondisi lain. Misalnya, baru kepikiran mau puasa Syawal padahal hari sudah siang, tapi kamu belum makan atau minum sama sekali. Untuk situasi dadakan seperti ini, niatnya bisa diucapkan di siang hari:
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatis Syawwaal lillaahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
Bagaimana dengan qadha puasa Ramadan?
Ini hal yang berbeda. Niat untuk mengganti puasa Ramadan yang tertinggal adalah:
Nawaitu shauma ghodin ‘an qadhaai ramadhaana lillaahi ta’aala.
Nah, di sini muncul pertanyaan. Bolehkah menggabungkan niat puasa Syawal sekaligus qadha Ramadan dalam satu hari? Menurut penjelasan dari Baznas, sebaiknya kedua puasa ini dipisah pelaksanaannya.
Tapi, kalau memang terpaksa atau ingin melakukannya, caranya adalah dengan membaca niat qadha Ramadan, sambil tetap mengharap pahala puasa Syawal. Intinya, utamakan yang wajib dulu, baru yang sunah. Dengan begitu, ibadah kita jadi lebih tertib dan nggak bikin bingung sendiri.
Artikel Terkait
Satgas PRR Pascabencana Sumatera Kebut Pembangunan 36 Ribu Hunian Tetap Usai Lebaran
Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami Siri Warga Irak di Kontrakan Jakarta Timur
SKB Tiga Menteri Tetapkan 11 Hari Libur Nasional dan 3 Cuti Bersama 2026
Program Hutan Lestari Pertamina Hidupkan Kembali Ekonomi Warga di Lereng Gunung Agung