Lebih dari seratus orang terluka setelah serangan rudal Iran menghantam dua kota di Israel selatan. Yang menarik perhatian banyak pihak, sistem pertahanan udara Israel disebut gagal mencegat proyektil yang meluncur itu.
Dua serangan langsung ini dampaknya cukup parah. Bagian depan sebuah bangunan perumahan hancur berantakan, sementara di tanah terlihat kawah bekas ledakan. Menurut petugas Magen David Adom, di kota Arad saja ada 84 korban luka. Sepuluh di antaranya kondisinya serius.
Kejadian di Arad ini terjadi beberapa jam setelah kota tetangganya, Dimona, juga merasakan hal serupa. Sebelumnya, 33 orang sudah terluka di sana.
Televisi pemerintah Iran punya klaim sendiri. Mereka menyebut serangan di Dimona lokasi yang menampung fasilitas nuklir adalah sebuah "tanggapan". Balasan ini dikaitkan dengan serangan sebelumnya di situs nuklir mereka di Natanz.
Rekaman video dari Arad memperlihatkan suasana mencekam. Petugas penyelamat terlihat menyisir tumpukan puing untuk mencari korban yang mungkin masih terjebak. Bangunannya sudah tidak berbentuk.
Di lokasi, mobil pemadam kebakaran dengan lampu menyala-nyala berjejer. Puluhan anggota layanan darurat hilir mudik. Seorang petugas pemadam kebakaran memberikan penjelasan yang cukup mencengangkan.
"Baik di Dimona maupun Arad, rudal pencegat memang diluncurkan," ujarnya. "Tapi sayangnya, semuanya gagal mengenai sasaran. Alhasil, dua rudal balistik dengan hulu ledak ratusan kilogram itu berhasil menghantam tanah."
Artikel Terkait
Arus Kendaraan ke Puncak Diprediksi Capai Puncak H+3 Lebaran
Arus Kendaraan ke Puncak Mencatat 24 Ribu Unit, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
Guru Besar UIN Palu: Idul Fitri 2026 Momentum Pas Asah Toleransi
KPK Pindahkan Yaqut Cholil Qoumas ke Tahanan Rumah Atas Permohonan Keluarga