Soal ketepatan waktu, kinerja kereta api cukup memuaskan dengan OTP di atas 98 persen. Penerbangan domestik ada di angka 85,79 persen, meski untuk rute internasional turun jadi 70,24 persen. Angkutan penyeberangan mencatat OTP terendah, yaitu 63,19 persen.
Semua operasional ini tentu tidak berjalan sendiri. Kemenhub mengaku terus memantau secara ketat berdasarkan Keputusan Menteri yang telah ditetapkan, dengan fokus utama pada aspek keselamatan dan kelancaran.
Namun begitu, perhatian kini mulai bergeser ke arus balik. Puncaknya diprediksi terjadi pada 24 Maret nanti, atau H 3 Lebaran.
“Masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujar Titis.
Dia juga mengingatkan hal-hal praktis. Kondisi fisik dan kendaraan harus prima, obat-obatan pribadi jangan lupa dibawa. Yang paling penting, gunakanlah transportasi resmi yang sudah berizin.
“Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026,” tambahnya menekankan.
Artikel Terkait
Megawati dan Prabowo Gelar Pertemuan Teman Lama di Istana Merdeka Jelang Lebaran
Menko Airlangga: Momentum Lebaran Dukung Capai Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I 2026
Liverpool Tumbang di Brighton, Peluang Liga Champions Semakin Suram
47 Warga Rentan Dievakuasi dari Banjir 1,7 Meter di Cibubur