Remaja Cianjur Diamankan Saat Takbiran Keliling Bawa Miras Oplosan

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 03:20 WIB
Remaja Cianjur Diamankan Saat Takbiran Keliling Bawa Miras Oplosan

Suasana takbiran keliling di Cianjur tadi malam ternoda oleh aksi sekelompok remaja. Bukannya khusyuk merayakan malam Idulfitri, mereka malah kedapatan berpesta minuman keras dari dalam mobil pikap yang mereka tumpangi. Belasan remaja itu akhirnya diamankan petugas.

Menurut sejumlah saksi, rombongan remaja itu awalnya terlihat seperti peserta takbiran biasa, beriringan dengan kelompok lain yang membawa bedug. Tapi ada yang mencurigakan. Saat petugas mendekat dan hendak mengarahkan mereka pulang, terlihatlah beberapa plastik dan botol air mineral bekas yang isinya bukan air putih. Bau menyengat pun tercium.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, membenarkan kejadian itu.

"Betul, tadi petugas mendapati sekelompok remaja yang melakukan takbiran keliling namun sambil menenggak minuman keras. Oleh anggota langsung diamankan kelompok remaja tersebut," jelasnya, Jumat malam.

Pemeriksaan lebih lanjut bikin petugas menggeleng-geleng. Selain miras oplosan, mereka juga menemukan kembang api dan flare di dalam kendaraan pikap itu. Sungguh berbahaya.

Rupanya, minuman keras itu mereka beli secara patungan. Kabagops Polres Cianjur, Kompol Iwan Setiawan, membeberkan rinciannya.

"Mereka urunan, kemudian beli 10 kantong miras dengan harga Rp 150 ribu," kata Iwan.

Dari sepuluh kantong miras oplosan itu, beberapa sudah habis ditenggak. Parahnya lagi, mereka mencampurnya dengan minuman berenergi. Kombinasi yang sangat riskan untuk kesehatan.

Alih-alih langsung diproses hukum, para remaja itu lebih dulu diberikan pembinaan intensif oleh petugas. Setelah pendataan selesai dan orang tua mereka dihubungi, remaja-remaja itu akhirnya dipulangkan.

Namun begitu, polisi tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. "Kami sangat menyayangkan tindakan mereka," tambah Iwan Setiawan dengan nada kesal. "Di momen malam Idulfitri ini malah menenggak minuman keras dengan dalih takbiran keliling."

Sebuah peringatan keras, bukan hanya untuk mereka, tapi juga untuk kita semua. Momen religius seharusnya diisi dengan hal yang positif, bukan malah dibelokkan untuk hal-hal yang merusak.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar