Polda Metro Jaya Amankan Tujuh Anak Pengguna Narkoba, Fokus pada Rehabilitasi

- Rabu, 08 April 2026 | 14:15 WIB
Polda Metro Jaya Amankan Tujuh Anak Pengguna Narkoba, Fokus pada Rehabilitasi

Masih ada saja anak-anak yang terjerat narkoba. Itulah fakta pahit yang kembali diungkap Polda Metro Jaya. Dalam pengungkapan terbaru, tujuh anak diamankan karena terbukti menjadi pengguna.

Kombes Ahmad David, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menjelaskan hal ini dalam sebuah konferensi pers di Mapolda, Jakarta Selatan, Rabu lalu.

"Kita mengamankan tujuh orang," ujarnya.

"Setelah diperiksa, ternyata mereka terkait penyalahgunaan narkoba. Intinya, mereka adalah pengguna," tegas David.

Menurutnya, langkah hukum yang diambil mengacu pada prinsip diversi dan restorative justice. Fokusnya bukan sekadar menghukum, tapi memulihkan.

"Kita lakukan penyembuhan di panti rehab. Tujuannya agar mereka bisa sembuh dan kembali hidup normal di masyarakat," sambungnya.

Fenomena ini tentu mengkhawatirkan. Di sisi lain, pihak kepolisian mengaku tak tinggal diam. Berbagai upaya mitigasi dan pencegahan terus digencarkan. Mulai dari literasi bahaya narkoba hingga sebuah program unggulan: membentuk kampung antinarkoba.

"Ini semua upaya pencerahan," jelas David. "Kita berikan gambaran nyata betapa narkoba merusak kesehatan dan kehidupan sosial. Kerja ini terus berjalan."

Soal kampung antinarkoba, perkembangannya cukup signifikan. Sudah ada 32 titik yang terbentuk di seluruh Jakarta. Konsepnya sederhana tapi strategis: menciptakan agen-agen perubahan dari dalam masyarakat sendiri.

Mereka inilah yang nantinya aktif menyosialisasikan bahaya narkoba, khususnya pada anak dan remaja di lingkungan terdekat.

"Upaya kami bersama jajaran Polres adalah membentuk 32 kampung antinarkoba tadi," imbuh David. "Fungsinya sebagai agen penyampai informasi, sosialisasi, dan pemantau. Intinya, membuat kewaspadaan kolektif terhadap bahaya narkoba di tingkat kampung."

Upaya itu seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, penegakan hukum dan rehabilitasi bagi yang sudah terlanjur. Di sisi lain, membangun benteng pertahanan dari akar rumput agar korban berikutnya tak bertambah.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar