47 Warga Rentan Dievakuasi dari Banjir 1,7 Meter di Cibubur

- Minggu, 22 Maret 2026 | 07:40 WIB
47 Warga Rentan Dievakuasi dari Banjir 1,7 Meter di Cibubur

Banjir kembali melanda. Kali ini, kawasan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, yang terendam sejak Sabtu (21/3). Air dengan ketinggian yang cukup mengkhawatirkan mencapai sekitar 1,7 meter di Jalan H. Mardah membuat situasi jadi genting, terutama bagi warga yang paling rentan.

Menyikapi hal itu, petugas Suku Dinas Gulkarmat Jaktim langsung bergerak. Mereka tak menunggu lama. Fokusnya jelas: menyelamatkan nyawa, khususnya kelompok yang paling berisiko.

"Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit,"

Demikian penjelasan Kepala Suku Dinas, Muchtar Zakaria, seperti dilaporkan Antara pada Minggu (22/3/2026).

Timnya berhasil mengevakuasi total 47 warga. Di antara mereka, ada enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, dan dua orang dalam kondisi sakit. Mereka lah yang diprioritaskan untuk segera dibawa ke tempat yang lebih aman. "Semua 47 jiwa terdampak kami evakuasi karena memang dalam kondisi membutuhkan dan rentan," tegas Muchtar.

Operasi penyelamatan ini melibatkan dua unit rescue, satu unit pompa kebakaran, plus unit selang yang didukung sepuluh personel. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul lima lebih sore. Pukul 17.32 WIB, proses evakuasi sudah dimulai.

Bayangkan saja, petugas harus menyusuri genangan yang dalam. Mereka memastikan setiap langkah aman, terlebih saat membawa anak-anak atau ibu hamil yang butuh penanganan ekstra hati-hati. Semua itu dilakukan dalam gelapnya malam. Hingga pukul 20.30 WIB, proses akhirnya berhasil diselesaikan dengan lancar.

Di sisi lain, ada kabar yang sedikit melegakan. Air mulai surut perlahan, sekitar 5 cm dari puncaknya. Meski begitu, imbauan untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan terus disuarakan oleh petugas di lapangan.

Peristiwa ini, menurut Muchtar, adalah pengingat yang nyata. "Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya respon cepat dalam penanganan bencana, terutama untuk melindungi kelompok rentan yang paling terdampak saat banjir melanda permukiman warga," ujarnya menutup pembicaraan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar