Pabrik Kawat Baja BEKA di Subang Diresmikan, Dorong Daya Saing Industri dan Serapan Tenaga Kerja

- Kamis, 07 Mei 2026 | 00:00 WIB
Pabrik Kawat Baja BEKA di Subang Diresmikan, Dorong Daya Saing Industri dan Serapan Tenaga Kerja

Peresmian pabrik baru perusahaan manufaktur kawat baja galvanis nasional, PT Beka Wire Indonesia (BEKA), di Subang dinilai membuka peluang kerja baru sekaligus memperkuat daya saing industri baja dalam negeri. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyatakan bahwa kehadiran fasilitas produksi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan teknologi dan riset secara berkelanjutan.

“BEKA diharapkan juga berperan dalam peningkatan teknologi dan riset secara komitmen kuat dan pihak para perusahaan dalam menghadirkan pabrik kawat baik yang akan bersaing di kancah internasional, sehingga tentunya akan menjadi katalis mendorong peningkatan prestasi asing maupun domestik di sektor manufaktur ini,” ujar Faisol Riza saat meresmikan pabrik tersebut, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Wamenperin, keberadaan BEKA sejalan dengan program pemerintah yang berfokus pada pemenuhan bahan baku guna meningkatkan nilai tambah industri. Ia menambahkan bahwa perusahaan ini juga mendorong penerapan teknologi keberlanjutan dan ekonomi sirkular dalam aktivitas industrinya.

“Melalui peresmian ini, BEKA menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra jangka panjang bagi pelanggan dan pemangku kepentingan,” kata dia.

Dalam proses produksinya, BEKA menerapkan pengendalian mutu menyeluruh mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Perusahaan ini mengedepankan spesifikasi kekuatan yang dapat disesuaikan, presisi diameter, serta toleransi yang stabil. Fokus utama BEKA adalah penyediaan solusi kawat baja galvanis untuk berbagai sektor, seperti otomotif, energi, infrastruktur, dan agrikultur, dengan standar proses yang terukur agar mutu produk dan ketersediaan pasokan tetap terjaga.

“Didukung teknologi pelapisan atau coating yang relevan dengan kebutuhan aplikasi, BEKA memastikan performa produk yang andal sekaligus memudahkan pelanggan dalam proses produksi,” jelas Direktur Komersial BEKA, Sandy Suryadi.

Dari sisi layanan, Sandy menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen pada perencanaan produksi yang rapi, komunikasi pesanan yang jelas, serta pengiriman yang tepat waktu. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran rantai pasok pelanggan.

“BEKA menempatkan standar proses, stabilitas mutu, dan kesiapan delivery sebagai prioritas. Pendekatan ini membantu pelanggan mengurangi variasi produksi, menekan risiko perbaikan, serta meningkatkan efisiensi operasional,” papar dia.

Dengan dukungan tim teknis yang responsif, BEKA juga siap berkolaborasi dalam penyesuaian spesifikasi agar produk benar-benar sesuai dengan fungsi dan target performa di lapangan.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI Galih Dimuntur Kartasasmita mengungkapkan bahwa pemilihan Subang sebagai basis operasional merupakan bagian dari strategi BEKA untuk mendekatkan fasilitas produksi ke koridor industri yang terus berkembang. Menurutnya, lokasi ini mendukung distribusi yang lebih efisien, baik ke pelanggan domestik maupun internasional.

“Dengan demikian, BEKA dapat menjaga durasi penyaluran lebih kompetitif dan memberikan kepastian pasokan yang lebih baik,” ujar dia.

Galih menilai bahwa momentum peresmian pabrik ini bukan sekadar pembukaan fasilitas baru, melainkan langkah awal BEKA untuk menghadirkan solusi kawat baja yang konsisten dan bernilai tambah. Mulai dari mutu produk, dukungan teknis, hingga kepastian pengiriman, perusahaan menargetkan agar pelanggan dapat menjalankan operasinya dengan lebih efisien dan terukur.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar