Akibatnya, muncul pola lalu lintas baru. Menurut laporan terpisah dari Lloyd's List, layanan informasi pelayaran ternama, setidaknya 10 kapal telah melintas dengan mengambil rute dekat garis pantai Iran. Rute itu seolah jadi koridor aman sementara. Salah satu contohnya adalah kapal pengangkut barang curah asal Yunani yang melintas Jumat lalu. Kapal itu berlayar dekat Pulau Larak Iran sambil menyiarkan pesan 'Kargo Makanan untuk Iran'.
Jepang kemungkinan besar akan segera bergabung dengan segelintir negara yang sudah dapat izin. Tiongkok, India, dan Pakistan disebut-sebut sudah mendapat persetujuan untuk melintas dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, meski izin diberikan per kasus, IRGC dikabarkan sedang menyusun sistem pemeriksaan dan pendaftaran yang lebih terkoordinasi. Perang yang sudah memasuki pekan ketiga ini memicu aksi lobi dari berbagai negara, termasuk sekutu AS. Mereka mendesak Teheran membuka selat atau setidaknya mengamankan pelayaran kapal mereka.
Beberapa negara bahkan sudah bergerak. Jepang, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama awal pekan ini. Intinya, mereka siap berkontribusi pada upaya apa pun untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Negosiasi langsung juga terjadi. Lloyd's melaporkan Irak, Malaysia, Tiongkok, India, dan Pakistan telah melakukan pembicaraan dengan Teheran membahas masalah ini.
Pernyataan resmi Araghchi kepada media Jepang ini sendiri muncul setelah panggilan teleponnya dengan Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, pada Selasa lalu. Dalam percakapan itu, Tokyo menyampaikan kekhawatirannya atas banyaknya kapal Jepang yang saat ini terdampar di Teluk.
Artikel Terkait
Gus Imin: Idul Fitri Momentum Perkuat Persatuan dan Solidaritas Sosial
Gempa 4,7 SR Guncang Banggaikep, Belum Ada Laporan Kerusakan
Everton Hajar Chelsea 3-0, Peluang The Blues ke Liga Champions Semakin Tipis
Everton Hajar Chelsea 3-0, Perkasa di Goodison Park