Siaran itu juga menampilkan suasana serupa dari kota-kota lain. Dari Arak di bagian tengah, Zahedan di tenggara, hingga Abadan di wilayah barat. Ritual yang sama, perasaan yang mungkin serupa: sebuah tekad untuk tetap menjalankan ibadah di tengah kepungan konflik.
Menurut laporan, serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu memang telah memicu perang ini. Korban berjatuhan, termasuk sejumlah pejabat tinggi. Pemimpin tertinggi Iran pun disebut-sebut menjadi salah satu korban dalam gelombang serangan tersebut.
Jadi, di hari yang seharusnya penuh sukacita ini, langkah kaki jemaah terasa lebih berat. Doa-doa yang dipanjatkan tentu tak hanya untuk kesalehan pribadi, tetapi juga untuk perdamaian dan keselamatan negeri mereka yang sedang terluka.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran 2026: Penumpang Angkutan Umum Tembus 10 Juta, Naik 9,23 Persen
Prabowo Buka Istana untuk Silaturahmi, Disambangi SBY dan Tokoh Bangsa
Idulfitri di Tengah Konflik: Khidmat di Mashhad, Larangan Salat di Al-Aqsa
Kapolres Serang Penuhi Janji, Bagikan Opor dan Rendang untuk Tahanan Saat Lebaran