Tangis Haru Kapolsek Ujung Loe Berbuah Undangan, Jadi Guru Dadakan untuk Calon Perwira Polri

- Rabu, 26 November 2025 | 12:55 WIB
Tangis Haru Kapolsek Ujung Loe Berbuah Undangan, Jadi Guru Dadakan untuk Calon Perwira Polri

Sebuah video amatir yang menampilkan Kapolsek Ujung Loe, Iptu Rudi Adri Purwanto, menangis haru saat dikagetkan warga dengan kue ulang tahun, sempat membanjiri linimasa. Nah, respons Mabes Polri ternyata di luar dugaan. Alih-alih memanggilnya untuk dimarahi, mereka justru mengundang sang Kapolsek untuk berbagi cerita.

Anindhytia, anak Iptu Rudi, membagikan kabar ini lewat TikTok. Dalam unggahannya, dia menjelaskan bahwa ayahnya telah memenuhi undangan untuk podcast di STIK Jakarta.

"Alhamdulillah Bapak saya kemarin memenuhi panggilan untuk melaksanakan podcast di STIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian) Jakarta," tulisnya.

Tak cuma itu, jadwal Iptu Rudi pun ternyata cukup padat. "Selanjutnya Bapak akan memberikan pengalaman dan materi kuliah umum di Akpol Semarang, dan juga memberikan materi umum di SIP (Sekolah Inspektur Polisi) Sukabumi," tambah Anindhytia.

Kilas balik kejadiannya, suasana saat itu sebenarnya cukup tegang. Usai pertandingan sepak bola Bhabinkamtibmas Cup, situasi di lapangan mulai memanas. Iptu Rudi, dengan kemeja putih dan celana hitam, tampak siaga, matanya menyapu sekeliling untuk memantau keadaan.

Tiba-tiba, dari arah belakang, datanglah segerombolan warga membawa kue. Lantunan "Selamat Ulang Tahun" pun menggema. Sang Kapolsek yang waspada itu langsung terdiam. Dia terlihat sangat terharu, berkali-kali mengusap air mata yang tak tertahankan. Momen polisi tangguh yang luluh oleh perhatian warga itulah yang kemudian viral.

Menanggapi hal ini, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo pun buka suara. Dia membenarkan bahwa undangan dari Mabes Polri memang sengaja diberikan. Tujuannya, agar Iptu Rudi bisa membagikan motivasi tentang bagaimana menjadi seorang polisi yang benar-benar dicintai masyarakat.

Komjen Dedi juga menegaskan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Iptu Rudi.

"Kita ingin pola kepemimpinan yang melayani menjadi karakter Polri di masa depan," tegasnya.

"Mari terus jaga marwah institusi, bekerja dengan hati, dan memastikan masyarakat benar-benar merasa dilindungi," pesan Komjen Dedi.

Maka, jadilah Iptu Rudi kemudian dijadikan 'guru' dadakan. Ia dijadwalkan memberikan pembekalan di sejumlah lembaga pendidikan perwira Polri. Mulai dari kuliah umum di PTIK Lemdiklat Polri Jakarta Selatan pada Senin (24/11), berbagi materi di SIP Sukabumi keesokan harinya, hingga memberikan pembekalan di Akpol pada Kamis (27/11).

Perjalanan karier Iptu Rudi sendiri cukup menarik. Dia adalah lulusan Secaba tahun 1993. Baru kemudian, pada tahun 2019, dia melanjutkan pendidikannya melalui Pendidikan Alih Golongan Perwira. Kini, pengalamannya di lapangan dan kedekatannya dengan warga justru menjadi pelajaran berharga bagi para calon perwira.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar