John Lennon meninggal dunia pada 1980 setelah ditembak di New York. Tragedi itu tentu meninggalkan luka yang dalam bagi McCartney.
Namun begitu, kenangan tentang momen kebersamaan yang sederhana itu kini sangat berharga baginya. McCartney merasa beruntung. Hubungan mereka tidak berakhir dalam kebekuan atau kemarahan. Setidaknya, ada kehangatan yang sempat mereka bangun kembali.
Kisah ini, pada akhirnya, mengingatkan kita pada satu hal. Di balik status mereka sebagai ikon musik abadi, Paul dan John tetaplah manusia biasa. Dinamika persahabatan mereka penuh pasang surut: ada konflik, kecewa, tapi juga ada ruang untuk memaafkan dan kembali dekat. Dan seringkali, yang membawa kita kembali bersama justru hal-hal sederhana yang sering kita anggap sepele.
(ASA)
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji WFH, Arahan Langsung dari Presiden Prabowo
Umat Muslim Iran Jalankan Salat Idulfitri di Tengah Situasi Perang
Mantan Striker Kamerun Ungkap Tawaran Villarreal untuk Yohanes Pahabol Ditolak
Pelatih Kaledonia Baru Umumkan Skuad 26 Pemain untuk Perebutan Tiket Piala Dunia 2026