Dari balik layar monitor di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (21/3) lalu, Irjen Agus Suryonugroho memantau denyut nadi arus mudik Idulfitri. Kakorlantas Polri itu menyebut, upaya rekayasa lalu lintas yang diterapkan dinilainya cukup efektif. "Alhamdulillah, bisa mengurai kepadatan," ujarnya.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Baik di jalan tol maupun jalur arteri, arus kendaraan masih bisa dikelola dengan baik. Meski begitu, bukan berarti sama sekali lancar jaya.
"Update terakhir, situasi masih terkendali," kata Agus. "Tapi sekitar pukul 11.00 tadi, di tol Cikampek tepatnya dari kilometer 57 sampai 70, arus meningkat cukup signifikan. Kami langsung terapkan rekayasa."
Dan hasilnya? Meski volume kendaraan sempat membludak di titik-titik rawan, rekayasa itu berhasil menjaga agar kemacetan tidak sampai merambat panjang. Kendaraan tetap bergerak, meski pelan.
Perhatian kini mulai beralih. Mudik memang masih berlangsung, tapi antisipasi untuk arus balik sudah disiapkan mateng-mateng. Polri sudah mengkalkulasi distribusi kendaraan. Sekitar 66 persen diperkirakan akan membanjiri Jawa Tengah. Sementara itu, Jawa Barat bakal menampung 30 sampai 35 persen sisanya.
"Kami sudah siagakan semuanya untuk antisipasi pasca-Lebaran," tutur Agus. Wilayah-wilayah yang berpotensi penuh sesak seperti Solo Raya, Semarang, Jabodetabek, Bali, dan Malang Raya sudah masuk dalam radar. Seluruh Polda dikerahkan untuk menyiapkan pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu.
Dia menambahkan, "Strategi arus balik jelas sudah disiapkan. Dari perhitungan kami, mayoritas kendaraan, sekitar 66 persen, tujuannya ke Jawa Tengah. Sisanya, sekitar 33-34 persen, mengarah ke Jawa Barat."
Nah, untuk mengurai beban di arah Jawa Barat, sebuah solusi dihadirkan. Jalur fungsional Tol Japek II Selatan akan dioptimalkan. Jalur ini sebenarnya sudah diuji coba dan rencananya akan dibuka penuh saat puncak arus balik nanti, terutama di ruas Sadang hingga Setu.
"Jalur fungsional itu sengaja kami siapkan untuk dukung arus balik ke Jawa Barat," ucapnya. "Setelah uji coba, kami buka penuh saat puncak."
Tak cuma di jalan. Tempat-tempat wisata dan pelabuhan penyeberangan juga dapat perhatian serius. "Pengamanan di area wisata sudah kami antisipasi lewat posko yang terhubung ke semua jajaran, termasuk di pelabuhan," tambahnya.
Bagaimana dengan situasi keamanan? Sampai saat ini, kondisi terpantau kondusif. Tidak ada kejadian besar atau insiden menonjol yang mengganggu. Yang cukup menggembirakan, dari sisi keselamatan, angkanya justru menunjukkan perbaikan.
Tercatat ada penurunan angka fatalitas alias korban meninggal dunia sebesar 27 persen. Angka kecelakaan lalu lintas juga turun, meski tak drastis, sekitar 3,5 persen. Kabar yang cukup melegakan di tengah hiruk-pikuk mudik.
Artikel Terkait
Hakim Banding Perberat Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Djatmiko Jadi 6 Tahun Penjara
Tiga Petinggi PT Blueray Cargo Didakwa Suap Rp63 Miliar ke Pejabat Bea Cukai Demi Lancarkan Impor
Badut Balon di Mojokerto Tega Bunuh Ibu Mertua dan Lukai Istri, Pelaku Kabur
Polda NTT Bongkar Jaringan Penyelundupan Rokok Ilegal dari Tiongkok, Amankan Barang Bukti Rp23 Miliar