Investor Asing Borong Saham Defensif, BBCA Paling Diminati
Pasar saham Indonesia kembali mencatatkan arus beli kuat dari investor asing selama sebulan terakhir. Dana asing secara konsisten mengalir ke emiten-emiten dengan fundamental kuat dan karakter bisnis defensif, menunjukkan pergeseran strategi portofolio di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
Rekap Pembelian Asing: Saham Blue-Chip Jadi Primadona
Data perdagangan mengungkapkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai saham paling diminati asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp3,08 triliun di pasar reguler. Akumulasi ini diiringi kenaikan harga saham BBCA sebesar 14,62% dalam periode yang sama.
Dua emiten lain yang juga menjadi favorit asing adalah:
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Net buy Rp1,49 triliun (harga naik 15,56%)
- PT Astra International Tbk (ASII): Net buy Rp1,28 triliun (harga menguat 6,44%)
Strategi Defensif: Pilihan Bijak di Pasar Bergejolak
Pengamat pasar modal Michael Yeoh mengonfirmasi tren ini dengan menyatakan, "Foreign rutin mengakumulasi saham-saham defensif berbasis fundamental klasik seperti TLKM, ASII, BBCA, BBRI, UNVR, dan GGRM."
Menurut analis, strategi ini dapat menjadi acuan bagi investor ritel yang ingin memitigasi risiko dalam ketidakpastian pasar. Saham-saham dengan fundamental kuat dan bisnis defensif dinilai lebih resilient menghadapi volatilitas.
Sentimen Positif Didukung Data Makroekonomi
Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan net buy Rp2,26 triliun di pasar reguler sepanjang bulan lalu. IHSG menguat 1,6% ke level 8.267, didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 yang tumbuh 5,04% (yoy) - masih berada di atas konsensus pasar.
Kinerja positif sektor riil ini memberikan fundamental yang sehat bagi pergerakan saham-saham blue chip di pasar domestik.
Artikel Terkait
Wall Street Melemah, Sektor Teknologi Tertekan oleh Kekhawatiran AI dan Data Pasar Tenaga Kerja
OJK Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal, Naikkan Batas Free Float Jadi 15%
IHSG Turun 0,53% ke 8.103,88, Mayoritas Sektor Terkoreksi
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah