Namun begitu, ada hal yang menarik diamati. Secara resmi, bantuan yang ditawarkan Rusia sejauh ini masih sebatas bantuan kumanusiaan. Mereka belum mengirimkan dukungan militer secara terbuka.
Di sisi lain, sejumlah laporan media AS mengungkap cerita yang berbeda. Disebutkan bahwa Rusia diam-diam membagikan intelijen militer kepada Iran. Intelijen ini diduga membantu serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran yang menggempur berbagai target di kawasan Timur Tengah.
Sejauh ini, Iran telah melancarkan serangan balasan ke pangkalan AS, Israel, dan target lain di sekitar Teluk. Semua itu dilakukan sebagai jawaban atas agresi yang menerpa wilayah mereka.
Soal laporan berbagi intelijen itu, Kremlin memilih bersikap dingin. Awal bulan ini, mereka menolak berkomentar. Sikap yang membuat banyak pihak bertanya-tanya tentang sejauh apa sebenarnya keterlibatan mereka di balik layar.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Suami Istri Pengedar Tramadol Ilegal di Cileungsi
Korlantas: Arus Mudik Lebaran 2026 Terkendali, Fokus Beralih ke Antisipasi Balik
SBY dan Jokowi Sambangi Istana untuk Halalbihalal dengan Prabowo
Hujan Deras dan Banjir Rendam Permukiman di Setu Pedongkelan, Depok