Dini hari yang seharusnya tenang di Cileungsi, Bogor, malah berubah ricuh. Polisi akhirnya menangkap puluhan anggota geng motor yang membuat onar tepat di malam takbiran. Aksi mereka, mulai dari konvoi liar sampai menutup jalan, jelas-jelas mengganggu ketertiban.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan kronologinya. Menurutnya, semua berawal dari laporan warga yang resah.
"Ada ratusan orang berkumpul, tutup jalan raya. Mereka tak cuma menghambat lalu lintas, tapi juga main petasan sembarangan," ujar Edison, Sabtu (21/3/2026).
Bahkan, petasan itu kadang diarahkan ke arah pengendara yang sedang melintas. Sungguh bahaya dan bikin masyarakat sekitar ketakutan.
Suasana makin panas ketika terjadi bentrokan di antara mereka sendiri. Keributan pun tak terhindarkan. Akibatnya, jalanan macet total. Beberapa pelaku, saat hendak diamankan, nekat melawan.
"Satu anggota tim musang kami ditabrak. Kakinya sampai memar karena insiden itu," terang Kapolsek.
Melihat situasi kian kacau, pihak kepolisian segera bergerak. Mereka akhirnya berhasil mengamankan lokasi dan menahan puluhan tersangka. Barang bukti yang disita cukup beragam; ada petasan, bendera, bahkan batu runcing yang dililit tali.
Dari interogasi sementara, ternyata para pelaku ini datang dari berbagai daerah. Sebut saja Cikarang, Bekasi, dan tentu saja Bogor.
Edison menutup pernyataannya dengan imbauan. Ia berharap masyarakat bisa merayakan malam takbiran dengan cara yang aman dan tertib, tanpa tindakan-tindakan yang meresahkan orang lain.
Artikel Terkait
AS Resmi Akhiri Operasi Militer Epic Fury, Rubio Sebut Semua Tujuan Perang Tercapai
Wamendagri: Kunci Atasi Perubahan Iklim Ada pada Eksekusi Daerah, Bukan Regulasi
Pemilahan Sampah di Jakarta Wajib Berlaku Mulai 10 Mei 2026, Sosialisasi Dipusatkan di Rasuna Said
Menteri Ketenagakerjaan: Sertifikasi Kompetensi Gratis Jadi Modal Penting Lulusan Magang Masuki Dunia Kerja