Saldo di kartunya tinggal lima ribu rupiah. Itu pun masih di bawah, sebenarnya. Tapi di hari Lebaran ini, Beni justru bisa tetap naik MRT dari Istora ke Cipete. Rahasianya sederhana: tarifnya cuma Rp 1. "Seneng, dong," ujarnya sambil tersenyum, ditemui di stasiun MRT pada Sabtu (21/3/2026).
"Kebetulan banget saldo saya habis. Kalau tarif normal, sekali tap minimal sepuluh ribu. Nggak bakal cukup."
Dengan tarif spesial ini, perjalanan yang biasanya membutuhkan saldo minimal jadi sangat terjangkau. "Biasanya harus ada Rp 15 ribu di kartu. Sekarang, saldo di bawah lima ribu pun masih bisa dipakai," sambungnya.
Harapannya sih jelas. Sebagai warga biasa, Beni berharap kebijakan murah seperti ini bisa lebih sering diterapkan. Apalagi di momen seperti Lebaran.
"Saya mah pasti pengennya Rp 1 terus," akunya sambil tertawa. "Ini sangat memudahkan."
Rencananya, kemurahan ini akan dimanfaatkannya untuk silaturahmi. "Nanti mau ke saudara di sekitar Bundaran HI. Agak sore lah rencananya," tutur Beni.
Kebijakan tarif Rp 1 ini memang bukan cuma untuk MRT. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukannya untuk beberapa moda transportasi umum selama Lebaran, termasuk Transjakarta dan LRT. Masyarakat pun diharapkan bisa lebih leluasa berkeliling Ibu Kota merayakan Idulfitri.
Tarif simbolis ini berlaku selama dua hari penuh, 21 dan 22 Maret 2026. Cukup untuk membuat senang orang-orang seperti Beni.
Artikel Terkait
Warga Tewas Tertemper Kereta Saat Melerai Tawuran di Cipinang
Mendagri Tito Tegaskan Program Tiga Juta Rumah Prabowo Wujud Kepedulian Pemerintah untuk Rakyat Kecil
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Sinergi Awasi Tata Kelola Program JKN demi Keberlanjutan Pembiayaan
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 5-11 Mei 2026